Berita Terbaru
-
Kamis, 09/02/2012 07:47 WIB
5 Resep Sukses Mark Zuckerberg -
Rabu, 08/02/2012 14:07 WIB
Facebook Rilis Photo Viewer Lebar Mirip Google+ -
Rabu, 08/02/2012 12:23 WIB
Kolom Telematika
BBS, 'Leluhurnya' Internet -
Rabu, 08/02/2012 10:50 WIB
4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah' -
Selasa, 07/02/2012 16:56 WIB
Foto yang Dihapus di Facebook Tidak Benar-benar Lenyap -
Selasa, 07/02/2012 14:23 WIB
Kolom Telematika
Teknologi Cloud, Apakah Membantu?
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Rabu, 08/02/2012 14:22 WIB
Duh! 4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah'
Posted : radydjencolePro Kontra
- PRO Mayka Phy ″Yaaaa itu harga yg pantas, krn smuanya serba bisa hanya dg satu pegangan!!!i like it eveeer? Muuuuaaasch iphone.. ″
- KONTRA sariefbendjeh ″kalo ane sih mending beli hh laen soalnya harganya tinggi banget..kalo ga mending buat beli bakso bisa salekalian grobagnya..ckckk.. ″
26%
74%
Selengkapnya
Laporkan Hacker, KPU Menyiram Bensin di Atas Bara?
Ardhi Suryadhi - detikinet
Ilustrasi (Ist.)
Himbauan untuk bersikap low profile yang disarankan sejumlah pihak sepertinya tak digubris KPU dengan mengambil tindakan represif ini.
"Dari sudut pandang ilmu security, itu sama sekali bukan langkah yang tepat. Harusnya, kita sedapat mungkin, dalam situasi apapun bersikap low profile," saran M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII)
Pasalnya, dikhawatirkan Didin -- demikian sapaannya -- langkah represif KPU ini malah akan memancing serangan dedemit maya yang lain pada saat Pilpres nanti.
"Satu ditangkap akan tumbuh seribu dan setiap mereka itu punya 1001 cara, sendirian saja kita sudah repot, apalagi kalau mereka kerjasama, apalagi kalau mereka menggunakan tools yang masif, siapapun expert yang berusaha melindungi, tidak akan mampu menangkal serangan seperti itu," jelasnya
Didin lalu mencontohkan kekhawatirannya itu merujuk pada serangan membabibuta para dedemit maya ke Estonia. "Lihat saja kasus Estonia, satu negara lumpuh hanya gara-gara masalah sepele, soal patung saja. Bukan tidak mungkin, kasus KPU ini jadi pemicu," imbuhnya.
KPU pun diimbau untuk berhati-hati. Sebab, pelaksanaan pemilu kemarin masih banyak sekali ketidakpuasan dan kalau ada yang punya akses ke dunia underground itu bisa jadi sangat besar resikonya.
"Sayangnya KPU seperti tidak mau tahu risiko itu. Padahal ini dunia jaringan yang saling terkait, kalau KPU kena (hack), maka jaringan yang lain pun bisa ikut kena getahnya. Low profile dan menyiapkan sebaik mungkin upaya preventif itu jauh lebih baik, silent is golden," tukas Didin.
Meski demikian, nasi sudah menjadi bubur, dikatakan anggota TI KPU dari BPPT Husni Fahmi, KPU sudah menabuh genderang perang dengan telah mengajukan laporan penyerangan Tabulasi Nasional Pemilu ke Unit Cyber Crime Mabes Polri.
Didin pun mau tak mau saat ini harus mendukung jalan yang dipilih KPU. "Secara institusional, tentu nanti kita akan mendukung langkah KPU dan Polri, karena ini tentu saja sudah masuk ke masalah kepentingan negara," pungkasnya. ( ash / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Kamis, 09/02/2012 09:59
Ribuan Orang akan Geruduk Toko Apple - Kamis, 09/02/2012 09:18
Induk Seluler XL Ingin Jadi Jawara Asia - Kamis, 09/02/2012 07:47
5 Resep Sukses Mark Zuckerberg - Kamis, 09/02/2012 08:42
Lomography, Fotografi Tanpa Aturan - Kamis, 09/02/2012 07:13
Indosat Jual 2.500 Menara
Komentar Terpopuler
- Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone - Kamis, 02/02/2012 19:25 WIB
Telkomsel: Sistem Cluster Agar Pasokan Pulsa Merata
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Ditegur BK DPR, Ruhut: Rumah Tangga Gue Itu Paling Bahagia
- Tol Cijago Dibuka, Warga dan Polisi Depok Tambah Repot





Sending your message


---125x125.gif)
