detikInet's Community
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:02 WIB
Banyak Pengguna Facebook Minder Upload Foto -
Jumat, 19/03/2010 13:02 WIB
Sex.com Diincar oleh Pembela Hak Binatang -
Jumat, 19/03/2010 12:31 WIB
Nyandu Facebook, di Toilet pun Update Status -
Jumat, 19/03/2010 11:25 WIB
Bintang Porno Umbar SMS Mesum Tiger Woods -
Kamis, 18/03/2010 16:35 WIB
Berkat Facebook, Mafia Kakap Dibekuk -
Kamis, 18/03/2010 16:17 WIB
'Peluncuran Google Buzz Tidak Bertanggungjawab'
Indeks Berita
Selasa, 14/04/2009 08:47 WIB
Pengejaran Hacker Sistem TI KPU bak Buah Simalakama
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (Ist.)
Himbauan untuk 'membiarkan' aksi usil dedemit maya ini salah satunya disampaikan oleh M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII).
Menurutnya, perihal mau diseret ke ranah hukum atau tidak para pengacau dunia maya tersebut sepenuhnya memang keputusan KPU. Namun lebih baik, KPU saat ini lebih berkonsentrasi untuk memperbaiki kelemahan yang ada.
"Karena nanti masih ada pemilihan presiden, kalau (hacker tersebut-red.) dilaporkan sekarang takutnya malah akan membuat efek bola salju dengan serangan yang lebih banyak," tukas Didin, sapaan akrabnya.
Lalu jika tidak ditindak bukankah berarti malah membiarkan penjahat cyber beraksi dan membuatnya menjadi-jadi? "Dunia underground gak bisa disinkronkan dengan pikiran kita. Makin banyak tantangan maka makin banyak pengikutnya," tandasnya kepada detikINET.
Situs Pusat Tabulasi Nasional KPU yang menampilkan hasil penghitungan data real count pemilu sebelumnya telah coba ditembus oleh para dedemit maya. Ketua tim TI KPU dari BPPT Husni Fahmi menyebutkan ada sekitar 20 serangan dari hacker sejak penghitungan hari pertama.
Pihak kepolisian pun menegaskan telah siap untuk meringkus para dedemit maya ini. Namun hal itu masih menunggu laporan dari KPU.
Sementara dikatakan Kabag Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, untuk menangkap pelakunya pemerintah siap mengerahkan tim TI BPPT, ID-SIRTII dan unit Cyber Crime Mabes Polri yang akan melakukan koordinasi.
Xnuxer 2004
Aksi usil penggiat TI Tanah Air yang ingin menjajal sistem TI KPU juga sudah terjadi pada Pemilu 2004 lalu. Ketika itu, Dani Firman Syah yang juga dikenal dengan sebutan Xnuner sukses membobol situs KPU.
Nama-nama partai pada pemilu lima tahun lalu itu pun jadi bulan-bulanan Xnuxer, dengan diubah menjadi nama partai nanas, partai jeruk dan nama-nama lucu lainnya.
Kala itu, aksi Xnuxer mungkin sudah dianggap kelewatan. Alhasil, Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya menyeret pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, itu dan kemudian pengadilan menjatuhkan hukuman kurungan 6 bulan 21 hari.
Ya kita tunggu saja apa yang akan dilakukan pihak berwajib dan KPU kepada para peretas di Pemilu 2009 ini. Apa mereka akan melakukan tindakan tegas atau malah membiarkan?
( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (18 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).






