detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Boeing Hidayat   ″Sebenernya kalah jauh jika dibandingkan dgn samsung galaxy S2 kamera kalah layar kalah ma samsung.pantas saja penjualan di 2011 kalah ma S2..cuma.. ″
  • PRO pramana putra  ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Senin, 13/04/2009 15:28 WIB

Situs Tabulasi KPU Dinamis Jadi Gampang Tumbang
Ardhi Suryadhi - detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Situs Pusat Tabulasi Nasional KPU di awal kemunculannya sudah keblinger dihantam lonjakan trafik pengunjung. Salah satu alasan mudah tumbangnya situs yang beralamat di tnp.kpu.go.id ini karena mengusung tipe dinamis.

Dijelaskan M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), pada awalnya ID-SIRTII, Dewan TIK Nasional (DeTIKNas) dan Depkominfo telah menyarankan kepada KPU untuk menggunakan situs yang statis.

"Karena relatif lebih aman lantaran tak mengambil data langsung dari server, jadi tak ada proses query yang dibebankan ke server. Itu sudah diwanti-wanti," tukas Didin, begitu ia disapa, ketika diwawancarai detikINET, Senin (13/4/2009).

Namun lanjutnya, entah ada pertimbangan tersendiri atau ada alasan lain, KPU akhirnya memilih membuat situs Pusat Tabulasi Nasional yang dinamis seperti yang sudah berjalan saat ini.

"Ujung-ujungnya, ketika terjadi lonjakan trafik server harus ditambah untuk menangani load dan menambah kapasitas. Kedua, adalah soal jaringan, mencukupi atau tidak," tukasnya.

Kehkawatiran itu pun terbukti manjur. KPU sampai harus meminjam 5 server tambahan dari Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mempercepat akses situs real count-nya. Hal ini disebabkan sering jebolnya situs tersebut akibat tidak mampu menerima banyaknya pengakses.

"Terus terang kita hanya punya 6 server. Untuk mempercepat akses, kita mendapat pinjaman 5 server tambahan dari BPPT," kata Ketua Pokja IT KPU, Sri Nuryanti, dalam konferensi pers yang digelar KPU di Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009, di Hotel Borobudur kemarin. ( ash / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel