Berita Terbaru
-
Kamis, 09/02/2012 09:59 WIB
Ribuan Orang akan Geruduk Toko Apple -
Kamis, 09/02/2012 07:47 WIB
5 Resep Sukses Mark Zuckerberg -
Rabu, 08/02/2012 14:07 WIB
Facebook Rilis Photo Viewer Lebar Mirip Google+ -
Rabu, 08/02/2012 12:23 WIB
Kolom Telematika
BBS, 'Leluhurnya' Internet -
Rabu, 08/02/2012 10:50 WIB
4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah' -
Selasa, 07/02/2012 16:56 WIB
Foto yang Dihapus di Facebook Tidak Benar-benar Lenyap
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Rabu, 08/02/2012 14:22 WIB
Duh! 4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah'
Posted : radydjencolePro Kontra
- PRO Mayka Phy ″Yaaaa itu harga yg pantas, krn smuanya serba bisa hanya dg satu pegangan!!!i like it eveeer? Muuuuaaasch iphone.. ″
- KONTRA sariefbendjeh ″kalo ane sih mending beli hh laen soalnya harganya tinggi banget..kalo ga mending buat beli bakso bisa salekalian grobagnya..ckckk.. ″
26%
74%
Selengkapnya
'Koordinasi Melacak Hacker Sistem TI KPU Amburadul'
Ardhi Suryadhi - detikinet
Ilustrasi (Ist.)
Namun dalam pelaksanaannya, koordinasi yang beranggotakan tim TI dari BPPT, ID-SIRTII (lembaga pengawas internet), dan unit Cyber Crime Mabes Polri ini dinilai amburadul.
Demikian dikatakan M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) ketika berbincang dengan detikINET, Senin (13/4/2009).
"Betul kita dilibatkan, tapi koordinasinya amburadul, rumit dan gak nyantai," sengit pria yang biasa disapa Didin Pataka ini.
Dijelaskannya, ID-SIRTII selaku pihak yang berperan dalam memonitor lalu lintas di internet baru mendapat alamat IP situs KPU yang mereka minta dua hari sebelum pencontrengan. Namun setelah dilakukan koordinasi, ternyata IP tersebut tak melalui sensor ID-SIRTII.
"Alhasil, gak bisa dimonitor di link kita. Sekarang kalau ada serangan-serangan kita dapat datanya dari ISP karena data kita tidak sinkron," imbuh Didin.
Pun demikian, para penyerang sistem TI KPU ini diprediksi tak akan nekat mengumbar gempuran dari jaringan yang terlalu terbuka, seperti lewat akses internet pribadi.
Namun, mereka akan lebih memilih jalur yang realtif lebih aman lewat jaringan Telkom, seperti dial-up dan Speedy yang biasa diadopsi para warnet.
KPU sendiri sebelumnya sudah diwanti-wanti komunitas TI bawah tanah (underground) perihal potensi serangan yang akan terjadi. Bahkan, mereka menawarkan diri untuk memasang log correlation analysis sehingga kalau ada serangan itu bisa dianalisis segera.
"Itu ditawarkan sebelum pencontrengan, tapi gak diterima karena dianggap merepotkan karena harus merubah konfigurasi segala, di sisi lain waktunya sudah mepet," tandas Didin. ( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Kamis, 09/02/2012 09:59
Ribuan Orang akan Geruduk Toko Apple - Kamis, 09/02/2012 10:23
Genjot Bisnis Data, XL Jor-joran Bangun 3G - Kamis, 09/02/2012 07:47
5 Resep Sukses Mark Zuckerberg - Kamis, 09/02/2012 07:13
Indosat Jual 2.500 Menara - Kamis, 09/02/2012 09:18
Induk Seluler XL Ingin Jadi Jawara Asia
Komentar Terpopuler
- Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone - Kamis, 02/02/2012 19:25 WIB
Telkomsel: Sistem Cluster Agar Pasokan Pulsa Merata
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel





Sending your message


---125x125.gif)
