detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO khairul umam  ″kualitas oke , uang berlebihan ..oke2 aja tuch harga segitu bagi yg mampu :D  bagi ane hp jadul udh syukur :D  asal bsa nlpon n sms :D  ckckckckk.. ″
  • KONTRA Usman Faki  ″ya..jelas kontra iphone dengan segudang fitur tp nggak semuanya bisa dipake di indo yang masih belum seluruhnya daerah dapat signal 3g sedangkan.. ″
27%   73% 

Selengkapnya


Senin, 13/04/2009 13:53 WIB
Tabulasi Pemilu Bermasalah
Kenapa Sparepart Server KPU Mahal?
Irwan Nugroho - detikinet


Alur Tabulasi Nasional Pemilu (KPU)

Jakarta - Pemeliharaan server KPU yang dipakai untuk tabulasi suara Pemilu 2009 diakui memang memerlukan dana yang besar. Seluruh sparepart komputer KPU sudah langka dan harus didatangkan dari Singapura.

"Kenapa mahal? Karena sparepart server tahun 2004 sudah susah di pasaran. Jadi harus dicari di luar negeri," kata Penanggungjawab Pekerjaan Pemeliharaan Data Center KPU PT Lapi Divusi, Iwan Ahmadi, Senin (13/4/2009).

Menurut Iwan, pihaknya berbelanja 46 unit hard disk untuk meng-upgrade server KPU bekas pemilu 2004 itu supaya lebih optimal. Selain itu, ditambah pula memori dalam jumlah yang sama, yang sudah cukup jarang dijumpai di Indonesia.

"Mungkin bisa diklarifikasi ke HP Indonesia misalnya. Barang-barang itu memang sudah tidak ada dan harus dicari ke luar negeri," jelas Iwan.

Untuk mengaktifkan server KPU, kata Iwan, juga perlu ahli-ahli yang khusus. Para teknisi tersebut, menurutnya, juga tidak banyak di dalam negeri.

"Selain mengganti suku cadang dan teknisi, kami juga tanggung jawab data center sampai Oktober 2009. Kalau di antara itu ada sesuatu, sudah jadi tanggungan kami," pungkas Iwan.

Sebelumnya diberitakan, anggaran untuk pemeliharaan server KPU ini cukup besar. Pagu yang ditetapkan KPU mencapai Rp 2,3 miliar. PT Lapi Divusi menawarkan biaya pemeliharaan sebesar Rp 1,8 miliar dan sekaligus menjadi pemenang tender. ( irw / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel