detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
  • KONTRA Dhyän Nuryadin  ″jiahhh jelas mahal lahhh....siri could...... klbhn yang pasti jrng d gnkn..... yg ada cuma gengsinya tinggi....klw d tenteng d tmpt rame banggax.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Selasa, 07/04/2009 10:30 WIB
Tips & Trick
Data Center Tidak Boleh Terlalu Dingin


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Data center memang harus selalu berada dalam keadaan dingin. Namun temperatur untuk data center sebenarnya tidak boleh juga terlalu dingin. Sebab, malah akan merusak perangkat TI tersebut.

Data center dengan temperatur yang terlalu rendah, sepertinya halnya bila temperatur terlalu tinggi, atau temperatur yang kerap berubah-ubah, dapat merusak data processing, menyebabkan sistem shut down untuk menghindari kerusakan hardware, atau kerusakan komponen dari sistem yang tidak sempat dimatikan dengan cara yang seharusnya.
 
"Data center yang terlalu dingin merupakan pemborosan biaya dan energi, menghambat ekpansi TI serta perlindungan terhadap perangkat TI menjadi kurang memadai," kata Hak Lim Chng, Direktur Data Center Solutions, Software & Services Schneider Electric untuk ASEAN.

"Cara yang tepat perlu diterapkan untuk mendapatkan temperatur yang semestinya," tambahnya. Adapun suhu yang memadai untuk perangkat TI adalah di antara 68°F dan 77°F (20-25°C), dengan kadar kelembapan relatif 40-55%.

Berikut adalah penyebab kenapa Data center menjadi terlalu dingin menurut APC, yang dikutip detikINET, Selasa (7/4/2009):
  1. Pendekatan penerapan sistem pendingin dengan cara yang lama
  2. Pendingin tipe in-room tidak mampu menjangkau titik-titik panas secara efektif, dibandingkan dengan pendingin tipe in-row yang tidak hanya menyedot udara panas, tapi juga mensirkulasikannya kembali. 
  3. Perimeter pendingin dibuat untuk menghadapi beban kerja tertinggi dari perangkat TI, tanpa adanya pengaturan di saat beban di titik terendah atau medium.
  4. Pengaturan peralatan TI yang tidak baik akan membuat sistem pendingin memproduksi dan memindahkan udara lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh peralatan TI itu sendiri
  5. Pengaturan aliran udara yang buruk, seperti jalur aliran udara yang terlalu panjang, mengakibatkan kegagalan menahan temperatur udara tetap dingin sampai ke perangkat TI, serta membiarkan udara panas bersirkulasi dan bukannya dibuang


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel