detikInet's Community
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 15:22 WIB
Indonesia di 'Daftar Hitam', Pemerintah Diminta Tegas -
Jumat, 19/03/2010 10:50 WIB
Indonesia Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara-Gara Open Source? -
Kamis, 18/03/2010 16:01 WIB
HTC Percaya Diri Mampu Lawan Apple -
Kamis, 18/03/2010 12:46 WIB
Sony Disomasi Sony
Sony AK Penuhi Permintaan Sony Corp -
Rabu, 17/03/2010 15:35 WIB
Sony Disomasi Sony
Sony AK Diminta Rahasiakan Pertemuan -
Rabu, 17/03/2010 14:37 WIB
Dell Tuding Sharp dkk Lakukan Kartel Harga LCD
Indeks Berita
Selasa, 17/03/2009 13:23 WIB
Polisi Gelar Razia Software Bajakan Terbesar
Ardhi Suryadhi - detikinet
.jpg)
Barang Bukti PC yang Disita (ari/detikcom)
Razia tersebut dilakukan terhadap perusahaan berinisial PT IT yang bergerak di bidang engineering dan konstruksi di Jakarta Selatan pada akhir Februari serta PT V, sebuah perusahaan jasa keuangan yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, pada 11 - 13 Maret 2009.
AKBP Rusharyanto, Penyidik Unit I Indag Direktorat II Eksus Mabes Polri mengatakan, dari PT IT, polisi memeriksa 833 unit komputer dan 38 unit server. Selain itu, perusahaan ini juga diketahui telah menggunakan lebih dari 4.000 unit software.
"Namun lebih dari 3000 unit software yang digunakan di antaranya tidak berlisensi," ujarnya dalam konferensi pers yang berlangsung di restoran Sindang Reret, Jakarta, Selasa (17/3/2009).
Sementara itu, masih menurut Rus, dari PT V diperiksa sekitar 645 unit komputer dan 14 unit server dengan diketahui lebih dari 1000 lebih unit software bajakan yang digunakan.
"Ini merupakan hasil penindakan razia software dengan jumlah barang bukti terbesar yang pernah dilakukan kepolisian," imbuhnya.
Sebagai barang bukti, polisi lalu menyita 10 unit komputer dari PT IT dan 24 unit komputer dari PT V. Adapun software yang paling banyak dari dua perusahaan tersebut adalah software milik Microsoft, Adobe, Symantec, Autodesk dan McAfee.
"Saat ini kedua perusahaan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan," tukas Rus.
Total kerugian akibat penggunaan piranti lunak ilegal di dua perusahaan tersebut diyakini sangat besar. Bahkan menurut Kepala Perwakikan Business Software Alliance (BSA) Indonesia Donny A. Sheyoputra, kerugian yang ditimbulkan dari PT IT bisa lebih dari US$ 1 juta. ( ash / faw )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (74 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).






