detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO khairul umam  ″kualitas oke , uang berlebihan ..oke2 aja tuch harga segitu bagi yg mampu :D  bagi ane hp jadul udh syukur :D  asal bsa nlpon n sms :D  ckckckckk.. ″
  • KONTRA Usman Faki  ″ya..jelas kontra iphone dengan segudang fitur tp nggak semuanya bisa dipake di indo yang masih belum seluruhnya daerah dapat signal 3g sedangkan.. ″
27%   73% 

Selengkapnya


Senin, 16/03/2009 15:58 WIB

Komunitas TI Diminta Ikut Awasi Sistem TI KPU
Ardhi Suryadhi - detikinet


Kertas Suara (detikcom)

Jakarta - Tak bisa dipungkiri, sistem TI Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat memancing aksi usil para penjahat cyber. Tim TI KPU pun meminta bantuan dari komunitas untuk ikut menjaga sistem TI-nya dari celah-celah yang dapat memicu serangan.

Demikian dikatakan Dr Husni Fahmi dari Tim Pendampingan Teknis Teknologi Informasi Pemilu 2009 dalam wawancaranya dengan detikINET, Senin (16/3/2009).

Dijelaskannya, ia dan timnya saat ini tengah sibuk mempersiapkan rancangan teknis untuk mengawal sistem keamanan TI lembaga yang menjadi pelaksana pesta demokrasi di Indonesia ini. "Setelah ini, kami juga bakal mengkoordinasikan rancangan tersebut dengan implementor selaku pemenang tender," lanjutnya.

Meski demikian, Husni tetap berharap bahwa sistem keamanan yang mereka buat tetap ikut diawasi oleh komunitas TI Tanah Air. "Kami tetap berusaha sebaik mungkin, tetapi kami tetap mohon bantuan dari teman-teman komunitas TI Indonesia, kalau ada lubang kami diberi tahu," harapnya.

Kekhawatiran Husni ini memang masuk akal. Sebab, ketika hari pencoblosan makin dekat dan masa kampanye sudah dimulai, sistem TI KPU bak magnet yang dapat memancing penggiat IT usil untuk menjajal kemampuan.

Jika pakar TI ini mempunyai niat negatif, maka sistem TI KPU tersebut akan menjadi bulan-bulanan. Namun bagi para penggiat TI 'bertopi putih', bakal memberi tahu keringkihan sistem dengan menyampaikannya secara baik-baik.

Pada Pemilu 2004 lalu, lubang yang ada di situs KPU pun sempat disusupi untuk dipermak habis-habisan oleh Dani Firman Syah. Xnuxer -- demikian sapaannya di dunia maya -- melakukan perubahan pada nama partai peserta pemilu menjadi nama-nama lucu.

Walau pada akhirnya, Xnuxer berhasil diringkus pada 21 April 2004 oleh Satuan Cybercrime Direktorat Reserse Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya dan dibui selama 6 bulan 21 hari.

( ash / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel