detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Gunde Frendisia  ″1 reason, exclusivity. Harga yg pantas, tp cb bandingin sm HH android dgn harga lbh murah, hardware yg \"mungkin\" lbh superior, fitur OS.. ″
  • PRO maapgaptek  ″Ga papalah harga tinggi, demi menjaga gengsi dan biar terlihat gaul.. duit duit gw ini. Dan yang paling penting gw bisa poto2an lewat instagram.. ″
19%   81% 

Selengkapnya


Rabu, 25/02/2009 10:33 WIB

'PlayStation palmar hidradentitis' Ancam Gamer
Fino Yurio Kristo - detikinet


Ilustrasi (ist)

Swiss - Memegang stik konsol PlayStation terlalu ketat dan menekan tombolnya terus menerus dapat menyebabkan penyakit kulit jenis baru. Para ilmuwan Swiss mengidentifikasi penyakit tersebut yang ditandai gejala bengkak di telapak tangan.

Disebut dengan 'PlayStation palmar hidradentitis' oleh para ilmuwan, penyakit kulit ini dapat menyebabkan luka yang menyakitkan di telapak tangan gamer.

"Memegang stik dengan ketat dan terus menerus serta berulangkali menekan tombol membuat trauma pada telapak tangan," kata Vincent Piguet dan koleganya di University Hospitals and Medical School of Geneva seperti dilaporkan dalam British Journal of Dermatology.

Studi tersebut mengambil contoh kasus seorang gadis usia 12 tahun yang menderita penyakit tersebut. Dia mendatangi rumah sakit di Swiss dengan luka di telapak tangannya yang berkembang dalam 4 minggu.

Para dokter menemukan, luka itu muncul setelah si gadis bermain Playstation beberapa jam sehari. Mereka pun merekomendasikan agar si gadis berhenti bermain. Dia akhirnya pulih dalam waktu 10 hari.

Pihak Sony pun langsung bereaksi. Juru bicara Sony menyatakan bahwa studi tersebut hanya melibatkan satu orang penderita penyakit sementara perusahaan mereka telah menjual jutaan PlayStation.

"Kami tidak mengecilkan riset ini dan kami akan mempelajarinya, namun inilah kali pertama kami mendengar komplain semacam itu," papar Sony seperti dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (25/2/2009).
( fyk / faw )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel