detikInet's Community
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 08:41 WIB
Nama FBI Malah Bikin Kejahatan Internet Naik -
Jumat, 12/03/2010 10:28 WIB
40% Situs Jahat Bersarang di AS -
Selasa, 09/03/2010 15:06 WIB
VBWorm.AGR, Virus Lokal yang Mengacak-acak IE -
Selasa, 09/03/2010 11:08 WIB
Sistem Keamanan Abu-abu di Facebook -
Selasa, 09/03/2010 07:25 WIB
Waspadai Penipuan di Facebook Menggunakan Akun Milik Teman! -
Selasa, 09/03/2010 07:13 WIB
Kolom Telematika
Uji Keamanan, Cara Jitu Buktikan Kehandalan Antivirus
Indeks Berita
Minggu, 15/02/2009 09:54 WIB
Spam Naik ke Tingkat 'Normal' yang Membahayakan
Ardhi Suryadhi - detikinet
.jpg)
Ilustrasi (Ist.)
Padahal ketika server perusahaan hosting McColo diputus pada November lalu, diperkirakan spammer akan menghadapi kesulitan untuk mengirim pesan mereka dalam jangka pendek. Namun karena motif memperoleh keuntungan dari spammer tetap ada, kampanye spam yang baru pun kembali muncul.
Menurut laporan bulanan Symantec, kecepatan spammer kembali berbisnis bukannya tidak terduga. Pada Oktober 2008, Symantec melaporkan bahwa keberadaan zombie aktif di seluruh dunia mengalami pergeseran.
Amerika Serikat tetap memegang 'kehormatan' sebagai wilayah asal spam utama dan secara konsisten telah menjadi salah satu sumber spam terbesar, dengan kontribusi 23% terhadap peredaran spam di dunia.
Namun kontribusi spam dari AS diperkirakan akan terus menurun seiring waktu ketika semakin banyak orang di belahan dunia lainnya yang online pada abad ke-21.
Tanda-tanda tersebut saat ini sudah mulai terlihat, Botnet baru di Amerika Latin dan Asia misalnya, semakin mendorong kampanye spam pasca McColo dibungkam. Bahkan, Kolumbia dan Argentina telah bergabung dalam jajaran 10 besar daerah asal spam, sementara Brazil telah naik ke posisi kedua setelah AS.
Ada beberapa alasan di balik perubahan daerah asal spam. Tetapi yang jelas, meningkatnya investasi di infrastruktur TI bagi banyak negara menghasilkan pertumbuhan pengguna internet yang tinggi.
Negara-negara seperti Brazil, India dan Cina, memiliki kelas menengah yang sangat besar. Di kalangan ini penetrasi internet tinggi dan akses broadband yang meningkat. Sebab, undang-undang dan regulasi keamanan TI juga sangat bervariasi di seluruh dunia, penekanan pada keamanan mungkin tidak selalu menjadi pertimbangan utama.
Di samping pergeseran daerah asal spam, juga teramati adanya perubahan jenis pesan spam pasca McColo. Antara Oktober 2008 dan Januari 2009, Symantec telah memantau perubahan berikut di tingkat spam dengan kategori: spam kesehatan (3%), kenyamanan (3%), produk (4%).
( ash / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).





