detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Aio Wa  ″Wahhh.gak pantes tu dihargai segitu,,, iPhone hanya cocok buat wong tuwek yg gaptek n sibuk dgn gengsi N bisnisnya,,tetangga w yg gak lebih kaya dari.. ″
  • KONTRA Boeing Hidayat   ″Sebenernya kalah jauh jika dibandingkan dgn samsung galaxy S2 kamera kalah layar kalah ma samsung.pantas saja penjualan di 2011 kalah ma S2..cuma.. ″
27%   73% 

Selengkapnya


Rabu, 11/02/2009 13:05 WIB

Telkom Buka Dagangan SMS Kampanye
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


ilustrasi (inet)

Jakarta - Melalui jaringan nirkabel Flexi, Telkom mulai membuka diri kepada setiap parpol, caleg, capres dan cawapres untuk berkampanye melalui pesan singkat (SMS).

Demikian diutarakan Vice Presiden Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, yang menyambut baik terbitnya Peraturan Menkominfo No. 11/2009 tentang Pemilu Melalui Jasa Telekomunikasi.

"Peraturan tersebut akan menjadi pedoman Telkom dalam melayani peserta Pemilu untuk kegiatan kampanye, sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya kepada detikINET lewat email, Rabu (11/2/2009).

Meski membuka diri untuk berkampanye lewat SMS, namun Telkom menegaskan akan menjaga hak-hak pelanggan, khususnya yang berkenaan dengan privasi. Hal ini mengacu pada UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Telkom akan menjaga kerahasiaan data konsumen pengguna. Sehingga SMS hanya diterima oleh para simpatisan yang terdaftar saja," kata Eddy.

"Kami menyadari tidak semua pelanggan bersedia menerima pesan-pesan kampanye, sehingga Telkom akan sangat berhati-hati dalam menyampaikan pesan kampanye kepada pelanggan," ia menambahkan.

Dalam penyelenggaraannya nanti, Telkom menyatakan lebih memprioritaskan layanan SMS yang memerlukan proses  registrasi apabila berkeinginan mendapatkan informasi kampanye, dan unregister apabila ingin berhenti berlangganan.

Eddy Kurnia mengatakan, pemanfaatan jasa telekomunikasi untuk kampanye tidak hanya berbentuk SMS, tapi layanan pesan multimedia (multimedia messaging service atau MMS), layanan pesan premium, nada dering (ring tone), nada sapa (ring back tone) dan nilai tambah multimedia.

Pola kerjasama penyediaan layanan SMS sebagai media kampanye menurut Eddy, sebaiknya dilakukan oleh operator penyelenggara jasa telekomunikasi dengan content provider (CP) secara Business to Business (B2B), dengan catatan tidak merugikan pelanggan.

Eddy juga berpendapat, perlu dilakukan pembahasan tentang trafik SMS antara CP dengan operator melalui pola kerjasama B2B, antara lain untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan trafik yang akan menurunkan performansi jaringan operator.

( rou / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel