detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Gunde Frendisia  ″1 reason, exclusivity. Harga yg pantas, tp cb bandingin sm HH android dgn harga lbh murah, hardware yg \"mungkin\" lbh superior, fitur OS.. ″
  • PRO maapgaptek  ″Ga papalah harga tinggi, demi menjaga gengsi dan biar terlihat gaul.. duit duit gw ini. Dan yang paling penting gw bisa poto2an lewat instagram.. ″
19%   81% 

Selengkapnya


Rabu, 11/02/2009 07:59 WIB

Waduh, Situs Keamanan Kok Malah Kebobolan
Fransiska Ari Wahyu - detikinet


ilustrasi (ist)

Jakarta - Reputasi Kaspersky Lab tercoreng. Sebagai satu dari sekian vendor keamanan jaringan internet yang lumayan kesohor, termasuk di Indonesia, ternyata tak kuasa menjaga keamanan situsnya sendiri dari serangan cyber.

"Jujur, ini hal yang memalukan bagi perusahaan. Apalagi untuk sebuah perusahaan keamanan," keluh Roel Schouwenberg, peneliti antivirus Kaspersky, yang dikutip detikINET dari USAtoday, Rabu (11/2/2009).

Lebih lanjut ia menambahkan, "ini seharusnya tidak terjadi. Sekarang kami berusaha menyelidiki kasus ini dan mencegah kejadian tersebut agar tak terulang kembali."

Peretas cyber yang dikenal dengan nickname Unu ini memajang screenshot daftar tabel
di sebuah blog setelah berhasil membobol situs keamanan Kaspersky Amerika Serikat dengan sebuah serangan SQL sederhana.

"Kaspersky adalah sebuah perusahaan keamanan dan antivirus ternama. Kejadian ini seakan menunjukkan bahwa mereka tak kuasa mengamankan database mereka sendiri," tulis cracker tersebut dengan pongahnya di hackerblog.org.

Saat menyadari bahwa situs mereka kebobolan, Kaspersky segera mematikan bagian yang riskan dari database tersebut.

Kendati demikian peneliti di Kaspersky berusaha menyakinkan bahwa setelah
dilakukan penyelidikan, tidak ada data yang diusik, seperti alamat e-mail atau kode aktivasi.

"Dia (sang peretas) berusaha mengakses sejumlah konten di tabel dan berusaha
mendapatkan data penting, tapi tidak berhasil," tandas Schouwenberg.

( faw / rou )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel