detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Ipho Imoet  ″klo ada uang lebih ya pantas aja....... ″
  • KONTRA totok.dtk  ″Masalah harga bukan soal pantas atow kagak, itu mekanisme pasar, gueh yakin yg mampu beli dan nggak ngomongnye beda, penjual nya tentu bilangnya lain.. ″
27%   73% 

Selengkapnya


Senin, 05/01/2009 13:32 WIB

Pengumuman Pemenang 'Kontes Printer Lawas' November 2008
Tim - detikinet


Pemenang November 2008

Jakarta - Fuji Xerox Printers telah memilih seorang pemenang untuk lomba tulis dan foto 'Kontes Printer Lawas detikINET - Fuji Xerox Printers' periode November 2008. Seperti apa ceritanya?

Sang pemenang untuk November 2008 adalah Ariesita lewat tulisan berikut ini:

Printer Kuno Yang  Menghiasi  'Museum' Pribadi  Ayahku

Terus terang saya sampai ketawa geli, hari gini masih ada printer ajaib yang super berisik dan kalau mengeprint lama banget. Terseok-seok, dan kertasnya juga aneh. Panjang bersambung-sambung, dan  pakai lubang segala  di pinggirnya. Tintanya juga aneh, hitam putih, tak  berwarna..... Ssst, nanti dulu. Itu printer yang saya  lihat kala  mendapat bon sewa VCD di  penyewaan film langgananku.   

Tapi ketika  ibuku  mengajakku ke kantor pos dan sebuah  bank,  saya juga tertawa geli, hari gini masih ketinggalan zaman, tanda terimanya diprint pakai printer 'boyot'. Tapi ibuku bilang, jangan memandang remeh pada printer tua begitu. Betul sih, di museum pribadi ayahku, alias ruang  kerjanya,teronggok printer yang sama dan sering saya tertawakan.  Printer tua yang katanya punya cerita manis. Epson LX 800.

Printer yang keluar tahun  1988an ini  memang  dulunya  adalah printer bekas yang dibeli oleh  ayahku. Katanya,  nyicil, sampai 4 kali baru lunas. Tahun 1993-an, ayah dan  ibu  merintis usaha sampingan, di sebuah rumah mungil sederhana tempat tinggal pertama mereka.  Di perumahan  yang rumahnya masih kosong karena belum banyak yang menempati. Dan dikitari sawah pula. Jadi tak ada tetangga terganggu dengan suara berisiknya. Printer ini bekerja keras  siang malam, mengeprint  karya tulis ayahku, dan  berbagai surat penawaran serta   hitungan RAB  melengkapi desain perencanaan rumah, kantor dan  hotel. Atau ketika ayahku menulis diktat untuk bahan perkuliahan yang ia buat. Dan mengetik soal  untuk ujian  bagi mahasiswanya.

Itulah pekerjaan  sampingan ayahku di luar jam kantornya. Rumah kami  menjadi kantor  sejak petang hingga dini hari. Ibuku, tak kalah  produktifnya. Waktu itu ibu juga cari  tambahan  dengan menulis.  Atau membantu mengetik  pekerjaan ayah.  Hanya  siang hari jadwalnya bagian  ibu. Ketika ibu  sedang kejar deadline tulisan pesanan temannya  (ibu jadi ghost writer waktu itu), kadang rebutan printer dengan ayahku.

Waktu itu abangku masih bayi, jadi, kalau sang printer  berbunyi,  ia sering terjaga. Kalau bayinya bangun, ibu  tak bisa berkutik, selain mengasuhnya. Maklum, ibuku  sampai sekarangpun meski masih produktif, tapi tetap tak  punya pembantu. Karenanya ibu mengakalinya  dengan  sebuah  tape  radio kecil. Kalau mau mengeprint saat abangku tidur,  ia harus selalu menyalakan kaset lagu lembut. Jadi  suara berisik printer tidak  lagi membuat tidur abangku  gelisah  karena tertutupi suara musik.

Kata ayah dan ibu,  printer ini  tetap ada, karena menyimpan  sejarah perjuangan hidup. Printer itu sama kerasnya bekerja dengan ayah ibuku. Sama-sama sering  bergadang, sama-sama  tak kenal lelah, sama-sama doyan  kerja  lembur, serius berkarya dan ekerja keras. Seperti pemiliknya.

Makanya kalau saya lihat  printer tua itu, saya bersyukur. Printer yang dibeli dengan susah payah itu membantu banyak ayah dan ibu berkarya.  Apalagi karya keduanya ada yang terbit menjadi buku, ada yang terbit di  media cetak. Dan  membuat saya  sekarang  memahami, bahwa  teknologi itu terus melaju serta membantu  melancarkan  produktifitas  manusia.  

Ariesita, Bandung

Selamat pada Ariesita untuk kemenangannya. Selanjutnya pihak Fuji Xerox Printers akan menghubungi langsung terkait pengambilan hadiahnya. Kontes ini tidak dipungut biaya apapun.

Sebagai catatan, penilaian dilakukan terhadap beberapa kriteria, termasuk:

  • tingkat kelawasan printer
  • cerita yang menarik dan unik
  • foto yang dikirimkan

Anda juga punya cerita dan foto menarik seputar printer lawas? Ikuti 'Kontes Printer Lawas detikINET - Fuji Xerox Printers'.

( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel