detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Pituhoppus  ″masalah harga itu relatif,, yg penting kepuasan. orang indo tu aneh wong cuma pemake aja pada berdebat kayak orang paling pinter sendiri. mbok dari.. ″
  • PRO khairul umam  ″kualitas oke , uang berlebihan ..oke2 aja tuch harga segitu bagi yg mampu :D  bagi ane hp jadul udh syukur :D  asal bsa nlpon n sms :D  ckckckckk.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Kamis, 25/12/2008 09:57 WIB

Berponsel di Sekolah Lebih Bahaya Ketimbang Bolos
Andrian Fauzi - detikinet


Ilustrasi (diolah/ist.)

Bandung - Telepon genggam alias ponsel dianggap lebih berbahaya daripada bolos sekolah. Pasalnya ponsel telah menggeser nilai pendidikan siswa di sekolah, di rumah ataupun lingkungannya.

Demikian dikatakan Kasubdin Bina Program Dinas Pendidikan Jawa Barat Asep Hilman yang ditemui detikINET di ruang kerjanya, jalan Dr. Rajiman No. 6, baru-baru ini.

"Ponsel secara perlahan tapi pasti telah menggeser nilai pendidikan anak sekolah. Alat komunikasi tersebut telah menggantikan pola komunikasi antara guru, orang tua dan yang lainnya terhadap siswa," kata Asep.

Pola komunikasi yang dimaksud, lanjut Asep, adalah dalam konteks transformasi edukasi yang berbasis nilai. "Seperti saat orang tua ataupun guru memberikan nasehat atau wejangan kepada siswa. Jika dulu dilakukan dengan tatap muka sehingga gerak, mimik serta contoh bisa langsung dipraktekkan, maka sekarang cukup melalui telepon. Nah, disini tidak ada transformasi nilai," papar Asep.

Tak hanya itu, ponsel juga dianggap lebih berbahaya dibandingkan dengan siswa yang bolos sekolah. Sebab, saat ini banyak konten negatif yang berseliweran di ponsel anak.

"Secara psikologis, anak-anak cenderung lebih cepat menyerap hal negatif tersebut ketimbang pelajaran di sekolah. Nah, kalau bolos kan secara fisik si anak tidak ada di kelas jadi untuk melakukan pembinaan juga mudah. Kalau ini, secara fisik anaknya ada di kelas duduk, tapi di bawah mejanya dia buka-buka konten yang nggak bener di hpnya. Ini bahaya," tegas Asep.

Menurut Asep, saat ini pihaknya telah memberikan imbauan kepada sekolah dan orang tua murid untuk tidak mengaktifkan ponsel milik siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
( afz / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel