detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Aio Wa  ″Wahhh.gak pantes tu dihargai segitu,,, iPhone hanya cocok buat wong tuwek yg gaptek n sibuk dgn gengsi N bisnisnya,,tetangga w yg gak lebih kaya dari.. ″
  • KONTRA Boeing Hidayat   ″Sebenernya kalah jauh jika dibandingkan dgn samsung galaxy S2 kamera kalah layar kalah ma samsung.pantas saja penjualan di 2011 kalah ma S2..cuma.. ″
27%   73% 

Selengkapnya


Rabu, 26/11/2008 10:01 WIB

iPhone Seret Apple ke Pengadilan
Dewi Widya Ningrum - detikinet


iPhone dan aplikasinya (ist.)

Boston - Aksi gugat-menggugat atas tuduhan pelanggaran hak paten kembali menimpa Apple. Kali ini Apple dituduh melanggar hak paten atas penggunaan teknologi yang dapat menampilkan web pada layar ponsel.

Gugatan dilayangkan oleh sebuah perusahaan kecil bernama EMG Technology LCC ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat (AS) di Tyler, Texas. Demikian dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (26/11/2008).

Dalam gugatannya, EMG yang hanya mempekerjakan satu orang karyawan ini menyatakan teknologi yang digunakan iPhone untuk menampilkan web pada layar telah melanggar hak paten milik mereka.

Tuduhan ini bisa dikatakan cukup janggal. Pasalnya, pengembang real estate Elliot Gottfurcht yang merupakan pendiri EMG mengaku telah mematenkan teknologi ini sebulan yang lalu. Di lain sisi, Apple telah meluncurkan iPhone sejak setahun lalu.

Anehnya lagi, EMG hanya menuntut Apple saja. Sedangkan beberapa vendor ponsel pintar lain yang juga mengaplikasikan teknologi yang sama ke dalam perangkat besutan seperti HTC yang membuat G1 Android atau RIM yang membuat Blackberry, tidak dituntut.

"Kami belum melihat vendor lain selain iPhone. Kami baru mengamati iPhone karena perangkat itu sangat populer," kata pengacara Gottfrucht, Stanley Gibson.

Sementara itu, ketika diminta pendapat, juru bicara Susan Lundgren masih enggan angkat bicara mengenai kasus ini.
( dwn / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel