detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Boeing Hidayat   ″Sebenernya kalah jauh jika dibandingkan dgn samsung galaxy S2 kamera kalah layar kalah ma samsung.pantas saja penjualan di 2011 kalah ma S2..cuma.. ″
  • PRO pramana putra  ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Kamis, 20/11/2008 09:29 WIB

Open Source Dikira Software Bajakan
Ardhi Suryadhi - detikinet


Software bajakan (Ist.)

Jakarta - Dalam kurun waktu 20 bulan terakhir atau sejak tahun 2006, Business Software Alliance (BSA) Indonesia telah menjadi saksi ahli dalam 108 kasus penggunaan software ilegal. Sejumlah kasus diantaranya telah diputus pengadilan karena terbukti bersalah.

Perwakilan BSA Indonesia, Donny A. Sheyoputra mengatakan, sebagai saksi ahli, BSA dirasakan cukup berperan dalam meluruskan sejumlah perselisihan terkait penggunaan software. Sebab diantara 108 kasus itu ada juga yang tidak cukup bukti menggunakan software bajakan.

Dalam satu kasus di Jawa Timur misalnya, BSA mengaku berhasil meluruskan kasus penyitaan sejumlah unit komputer sebuah perusahaan yang diduga menggunakan software tak berlisensi. Padahal belakangan diketahui, si tertuduh menggunakan software Open Source atau software gratis lainnya.

Donny juga menekankan bahwa tidak semua software asli mahal harganya. Sebaliknya, tidak semua software yang harganya murah pasti dijamin terbebas dari pembajakan. Andal Software yang menyediakan paket software senilai Rp 50 juta – 100 juta justru tidak memiliki problem pembajakan.

"Sementara Zahir International, penyedia software lokal lainnya yang menetapakan harga relatif murah antara Rp 1 juta – 15 juta justru banyak dibajak," kata Donny dalam keterangan tertulisnya.

Sejumlah perusahaan software juga telah menurunkan harga software-nya untuk keperluan pendidikan dan akademik. Bahkan ada penyedia piranti lunak yang memiliki kebijakan memberikan software gratis untuk kepentingan akademisi. Sayangnya justru ketika dilakukan pendekatan, ada pihak yang menyalahgunakan program tersebut untuk kepentingan pribadi.

Donny juga menyebut kasus ketika Zahir International pernah bermaksud memberikan software-nya secara cuma-cuma untuk kalangan akademisi, namun justru ditolak oleh sejumlah oknum agar software tersebut dikenakan harga. "Sebab dengan diberikan label harga ini memungkinkan oknum tersebut untuk melakukan mark up,"ujarnya.

Jadi, lanjut Donny, kendati telah disediakan sejumlah program software gratis maupun program paket murah, banyak pihak yang justru ingin menikmati keuntungan untuk kepentingan pribadi.
( ash / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel