detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Boeing Hidayat   ″Sebenernya kalah jauh jika dibandingkan dgn samsung galaxy S2 kamera kalah layar kalah ma samsung.pantas saja penjualan di 2011 kalah ma S2..cuma.. ″
  • PRO pramana putra  ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Rabu, 19/11/2008 16:56 WIB

Pemerintah Dorong Penggunaan Satelit Domestik
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Langkah Indovision yang akan meluncurkan satelit domestik Indostar II pada Maret 2009 mendatang, mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Dukungan ini sebagai bentuk dorongan agar pengguna jasa satelit di Indonesia lebih memilih menggunakan transponder milik satelit domestik.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto tak memungkiri lebih murahnya transponder milik satelit asing yang jadi penyebab mengapa perusahaan pengguna jasa satelit di Indonesia kurang meminati transponder lokal.

Ia memperkirakan persentase penggunaan transponder domestik masih di bawah 20%. Sementara mayoritas atau 80% lebih masih menggunakan transponder asing. Namun itu sebelum pemerintah menerapkan kewajiban membayar landing right atau hak labuh bagi satelit asing.

"Dengan kewajiban membayar BHP, landing right, serta bertambahnya satelit baru selain Telkom dan Indosat, membuat persaingan harga transponder jadi semakin menarik," ujarnya pada detikINET di gedung Depkominfo, Jakarta, Rabu (19/11/2008).

Di kesempatan ini, Menkominfo Mohammad Nuh hadir langsung untuk menyatakan dukungannya terhadap peluncuran satelit Indostar II yang rencananya mulai mengorbit 17 Maret 2009 mendatang. Nuh bersama Dirjen SKDI Freddy Tulung belum lama ini terbang ke Los Angeles, untuk melihat langsung proses pembuatan satelit tersebut.

Satelit Indostar II yang menelan biaya US$ 300 juta ini merupakan pengganti satelit Cakrawarta yang segera habis masa orbitnya. Selain digunakan untuk kepentingan Indovision, transponder satelit ini juga akan disewakan secara komersial ke sejumlah negara selain Indonesia.

( rou / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel