Berita Terbaru
-
Jumat, 10/02/2012 08:02 WIB
Duh, Putus Pertemanan di Facebook Berujung Pembunuhan -
Jumat, 10/02/2012 07:04 WIB
Google Chrome 17 Tampil Lebih Ngebut -
Kamis, 09/02/2012 18:53 WIB
Ini Dia 10 Finalis Do Network Lenovo -
Kamis, 09/02/2012 13:08 WIB
Berharap Lahirnya Mark Zuckerberg 'Made in Indonesia' -
Kamis, 09/02/2012 11:18 WIB
Diancam Mau Didemo, Apple Tegaskan Peduli Nasib Buruh -
Kamis, 09/02/2012 09:59 WIB
Ribuan Orang akan Geruduk Toko Apple
Indeks Berita
Forum I-Net
Pro Kontra
- KONTRA Bjodjojo Séptìäñö Lìü ″Gak pantas banget.. ″
- PRO Renata Siti ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
28%
72%
Selengkapnya
Geliat Open Source Dinilai Masih Lambat
Ardhi Suryadhi - detikinet
Ilustrasi (Ist.)
Engkos Koswara, Staff Ahli Menteri Bidang IT Kementerian Riset dan Teknologi mengatakan, penggunaan Open Source paling besar masih dipegang kalangan akademik, yakni mahasiswa dan pihak kampus. Sementara lembaga pemerintah masih sangat sedikit yang bermigrasi.
"Tapi Ristek sudah 100 persen legal dan 90 persennya pakai Open Source. Sementara departemen lain masih bertahap, mereka kesulitan migrasi karena kekurangan SDM," ujarnya.
Selain itu salah satu alasan yang paling mendasar, lanjutnya, adalah karena sulitnya untuk mengubah kebiasaan pengguna komputer di Indonesia untuk bermigrasi menjajal software Open Source. Mungkin karena sejak pertama kali mengenal komputer mereka hanya tahu produk proprietary.
Maka dari itu, pemerintah pun kini terus berupaya untuk menggalakkan Open Source di masyarakat dan institusi pendidikan. Mulai dengan pembuatan buku-buku panduan Open Source untuk tingkat sekolah atas hingga sekolah dasar serta sosialisasi Open Source agar lebih merakyat.
Di kalangan kampus, pemerintah juga telah membuat Pusat Pendayagunaan Open Source. Nah, dari tempat ini para dosen diharapkan dapat membimbing anak didiknya untuk menciptakan software. "Selanjutnya software-software tersebut disimpan di repository dan bisa disharing. Ini akan berdampak besar sekali," tukas Engkos.
Hal itu bertujuan agar para tunas bangsa ini mempunyai pengetahuan mengenai apa itu software proprietary dan Open Source. Bukan hanya diajarkan untuk satu produk tertentu.
Meskipun dampak Open source dikatakan Engkos juga masih perlu diukur. Tetapi setidaknya, keterbukaan teknologi yang diusungnya dapat memacu kreativitas dan kemajuan para pengembang software.
"Developer untuk membuat software tak perlu lagi dari awal, karena source code-nya dibuka dan transparan. Jadi pengembangannya tinggal diteruskan," sambungnya. ( ash / fyk )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Jumat, 10/02/2012 17:17
LG: BlackBerry Hanya Mengandalkan BBM - Jumat, 10/02/2012 19:05
Membludak, Pemesanan Nikon D800 Dihentikan - Jumat, 10/02/2012 19:26
Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot 'Avatar' - Jumat, 10/02/2012 11:27
Inikah Bocoran Tampilan iPad 3? - Jumat, 10/02/2012 19:23
Ingin Rilis Windows Phone, LG Tunggu Nokia Sukses
Komentar Terpopuler
- Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone - Selasa, 07/02/2012 14:58 WIB
Ini Dia Ponsel yang Paling Kuat di Suhu Beku - Selasa, 07/02/2012 09:36 WIB
Pekerja Pabrik iPad Belum Pernah Melihat iPad
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Polisi Pastikan Korban Tewas Bus Maut Karunia Bakti 14 Orang
- Bus Maut Karunia Bakti Berhasil Dievakuasi






Sending your message


---125x125.gif)
