detikInet's Community
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 13:37 WIB
Teknologi Bantu Tuna Netra 'Melihat' Lewat Lidah -
Rabu, 10/03/2010 08:56 WIB
Robot PRT akan Dibuat Lebih Ramping -
Kamis, 04/03/2010 16:40 WIB
Kulkas Samsung Bisa untuk Internetan -
Rabu, 03/03/2010 17:30 WIB
Microsoft 'Sulap' Kulit Manusia Jadi Layar Sentuh -
Selasa, 02/03/2010 09:53 WIB
Kursi Terbang Siap Jadi Kendaraan Manula -
Senin, 01/03/2010 15:43 WIB
Kamera Lego, Belajar Fotografi Sambil Main Lego
Indeks Berita
Senin, 20/10/2008 15:47 WIB
Muhaji Finder, Alat Pendeteksi Jamaah Haji Tersesat
Muhammad Aminudin - detikinet

Demo Muhaji Finder (detiksurabaya)
Diharapkan dengan penemuan alat ini, kasus hilangnya atau tersesatnya jamaah saat menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah dapat teratasi dengan cepat.
Alat pendeteksi yang menyabet juara umum pada ajang Pekan Karya Ilmiah Mahasiswa Nasional 2008 ke XXI dapat mencari keberadaan orang dengan memanfaatkan sinyal telpon seluler melalui GPS (Global Positioning System).
Dengan hanya memencet tombol aktif, maka posisi jamaah dapat terdeteksi langsung oleh kantor pengawas jamaah haji Indonesia di Mekkah maupun di Jakarta sendiri.
Mekanisme kerja alat menghabiskan biaya sekitar Rp 6 juta ini secara penuh mengandalkan program GPS dari sinyal telpon gengam.
Pesan yang dikirim dari alat ini oleh jamaah haji akan diterima kantor pengawas melalui telpon seluler yang dilengkapi Metro Control dan modul GSM sebagai penerima data pesan singkat.
"Pesan singkat itu kemudian diubah saat diterima pada alat komputer atau laptop di kantor pengawas jamaah haji. Komputer sendiri telah dilengkapi program penerima data pesan singkat telpon seluler atau disebut modul GSM," kata Akhmad Zaini salah satu penemu alat ini pada wartawan di ruang Humas Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang, Senin (20/10/2008).
Rencananya, sebelum dipasarkan, alat ini akan dimodifikasi agar mudah dibawa atau dipakai oleh jamaah haji. "Mungkin jika dipasarkan akan dibuat seperti gelang tangan," imbuh Mahasiswa angkatan Tahun 2008 Teknik Elektro ini.
Sayangnya jelas Akhmad, alat ini nantinya hanya dapat digunakan di ruang terbuka. Karena pemakaian di ruang tertutup akan menganggu pengiriman atau pendeteksi sinyal pada alat.
"Tapi jika melihat semua kegiatan haji berada di ruang terbuka, alat ini bisa maksimal digunakan dengan ketahanan baterai selama 6 jam," ungkap Akhmad. ( bdh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).





