Berita Terbaru
-
Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone -
Kamis, 26/01/2012 16:30 WIB
Motorola Gugat Apple Soal iPhone 4S dan iCloud -
Sabtu, 21/01/2012 15:05 WIB
Apple Gugat Samsung Galaxy Nexus -
Rabu, 11/01/2012 11:49 WIB
Kodak Tuntut Apple dan HTC -
Jumat, 06/01/2012 14:34 WIB
Steve Jobs Dijadikan Action Figure, Apple Berang -
Rabu, 04/01/2012 11:58 WIB
Google Borong Paten IBM
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Kamis, 09/02/2012 12:42 WIB
Diancam Mau Didemo, Apple Tegaskan Peduli Nasib Buruh
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA Usman Faki ″ya..jelas kontra iphone dengan segudang fitur tp nggak semuanya bisa dipake di indo yang masih belum seluruhnya daerah dapat signal 3g sedangkan.. ″
- PRO Leo Candra ″Pro : aku suka layar sentuh iphone, enak bgt buat ngetik ketimbang galaxy sering salah, layar yg jernih. Yah walaupun agak sedikit nyesel beli iphone.. ″
27%
73%
Selengkapnya
Kolom Telematika
Kacamata Asing untuk Insiden Diknas
Penulis: Wicak Hidayat - detikinet
Foto: ilustrasi (diolah/sxc.hu)
Lain ladang memang lain belalang, pendapat orang Amerika Serikat soal privasi mungkin akan berbeda dengan di Indonesia. Tapi tak ada salahnya membandingkan peraturan yang berlaku di luar negeri dengan insiden yang terjadi di dalam negeri seperti dalam kasus Diknas tersebut.
Di AS terdapat peraturan bernama FERPA (Family Educational Rights and Privacy Act). Aturan itu secara jelas melarang pengumbaran data-data akademis (education records) dari seorang siswa. Tentunya aturan itu dibuat untuk melindungi para siswa.
Nah, data apa saja yang dimaksud sebagai education records? Ternyata bukan hanya data pencapaian akademis. Menurut National Center for Education Statistics yang dikutip detikINET, Rabu (15/10/2008), data itu termasuk informasi keluarga. Bahkan, nama, alamat dan tempat tanggal lahir siswa pun harus dilindungi dengan baik.
Jika kacamata itu yang digunakan, maka Diknas jelas melakukan pelanggaran karena mencantumkan alamat siswa. Untung bagi Diknas, peraturan itu hanya berlaku di negeri koboi.
Terkait insiden Diknas, pertanyaan lain yang patut diajukan adalah apakah orang tua murid mengetahui dan menyetujui data anak-anaknya disediakan untuk di-download siapapun. Jika tak ada izin dari orangtua, berhak kah Diknas menyebarluaskan data itu?
Kekhawatiran yang menyeruak dalam insiden ini adalah, bagaimana jika data yang ada dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan? Seorang yang punya cukup 'niat jahat' bisa saja melihat data tersebut dan menggunakannya untuk 'memburu' siswa di sebuah sekolah. Misalnya, dengan melihat apakah alamat sang anak merupakan wilayah 'elit' sehingga (maaf) orangtuanya sanggup membayar uang tebusan yang lumayan.
Hukum dan kesadaran privasi mungkin belum jadi isu besar di Indonesia. Namun demi perlindungan anak-anak, apakah wajar kita menganggap enteng hal itu?
*)Penulis adalah jurnalis di detikINET. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak mencerminkan pendapat institusi tempat penulis bekerja. ( wsh / rou )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Kamis, 09/02/2012 13:08
Berharap Lahirnya Mark Zuckerberg 'Made in Indonesia' - Kamis, 09/02/2012 13:24
BlackBerry 10 Siap Tantang iPhone & Android - Kamis, 09/02/2012 14:09
Pakai Nama iPad, Apple Dituntut Rp 14 Triliun - Kamis, 09/02/2012 16:20
Motorola Droid Razr, Si Langsing Penuh Aksi - Kamis, 09/02/2012 14:43
11 Game Perdana untuk Windows 8
Komentar Terpopuler
- Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone - Selasa, 07/02/2012 14:58 WIB
Ini Dia Ponsel yang Paling Kuat di Suhu Beku - Selasa, 07/02/2012 09:36 WIB
Pekerja Pabrik iPad Belum Pernah Melihat iPad
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Polisi: Pembunuhan ABG di Kebayoran Baru Tidak Direncanakan
- Kakak Pembunuh ABG di Kebayoran Baru akan Dites Psikologi





Sending your message


---125x125.gif)
