detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Pituhoppus  ″masalah harga itu relatif,, yg penting kepuasan. orang indo tu aneh wong cuma pemake aja pada berdebat kayak orang paling pinter sendiri. mbok dari.. ″
  • PRO khairul umam  ″kualitas oke , uang berlebihan ..oke2 aja tuch harga segitu bagi yg mampu :D  bagi ane hp jadul udh syukur :D  asal bsa nlpon n sms :D  ckckckckk.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Selasa, 14/10/2008 16:13 WIB

Pengakses Data Siswa di Diknas Harusnya Dijaring
Ardhi Suryadhi - detikinet


Ilustrasi (situs diknas)

Jakarta - Diumbarnya data jutaan siswa sekolah oleh Diknas dinilai menggunakan metode yang keliru. Seharusnya, akses untuk mengambil data tersebut lebih diperketat.

Jim Geovedi, konsultan keamanan komputer dari Bellua Asia Pacific mengatakan, seharusnya Diknas lebih melindungi data-data para siswa tersebut dengan menyajikannya secara lebih baik.

"Di pikiran saya, data itu dapat tersaji lebih baik jika digunakan semacam registrasi ataupun verifikasi. Jadi, orang yang mau lihat benar-benar tidak fiktif, kalau sekarang kan semua orang di internet bisa melihatnya," sesalnya kepada detikINET, Selasa (14/10/2008).

Padahal, lanjut Jim, banyak para orangtua yang keberatan jika anaknya diketahui sekolah dimana. "Dan saya lihat yang ditampilkan disitu juga termasuk sekolah swasta dan internasional, beberapa teman saya juga sudah ada yang mengajukan keberatan ke Diknas," tukasnya.

Kemungkinan terburuk, imbuh Jim, jika saya seorang penculik maka saya tinggal mengincar sekolah anak itu untuk melakukan penculikan. Itu yang paling realistis, sedangkan untuk anak kuliah jika meliputi dengan security number itu akan lebih berbahaya.

Selain itu, juga ada tendensi kemungkinan yang lebih parah karena masih banyak orang Indonesia yang belum aware dengan perlindungan data pribadi. "Data personal itu bisa digunakan untuk iklan kartu kredit dan yang lainnya, bahkan ada juga yang membuat situs lowongan kerja palsu untuk mengumpulkan data pribadi ini," beber Jim.

Jim mengaku sudah melihat data siswa yang diumbar di diknas itu sejak April lalu, dan sempat jadi diskusi hangat dengan koleganya. Tapi belakangan, baru banyak yang menyadari bahwa nama anaknya ada di daftar itu. "Ini hanya satu contoh simple tapi bisa mengarah ke sesuatu yang lebih serius," pungkasnya.


Punya cerita menarik seputar dunia TI? Sampaikan saja di detikINET Forum.


( ash / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel