detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Bjodjojo Séptìäñö Lìü  ″Gak pantas banget.. ″
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Jumat, 10/10/2008 14:32 WIB
Hadapi Krisis Ekonomi
Industri Telekomunikasi Jangan Panik!
Ardhi Suryadhi - detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat mempunyai efek domino negatif terhadap sektor industri di banyak negara, termasuk Indonesia. Khusus untuk sektor telekomunikasi tanah air, Ditjen Postel punya kiat untuk mengatasinya.

Dalam siaran persnya, Kabag Humas Ditjen Postel Gatot S. Dewa Broto menghimbau kepada seluruh kalangan industri telekomunikasi untuk menyikapi badai krisis ini secara arif dan komprehensif. Artinya tidak terlalu ekspresif dan terlalu panik tetapi juga tidak boleh terlalu undermining.

Pengalaman krisis moneter tahun 1997 hingga beberapa tahun berikutnya menunjukkan bahwa sektor telekomunikasi terimbas cukup signifikan, diantaranya dengan terhentinya skema pola kerjasama KSO untuk pembangunan telekomunikasi.

Namun, kondisi 1997 sangat berbeda jika dibandingkan dengan kondisi saat ini. Hal ini karena selain fundamental sistem perekonomian Indonesia relatif cukup kuat, juga karena kondisi bisnis telekomunikasi tidak lagi berada pada rezim monopoli.

"Khususnya dengan adanya UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, dan adanya kebijakan duopoli sejak bulan Agustus 2002," jelas Gatot.

Bahkan, lanjutnya, ketika masa awal krisis moneter tersebut telah berhasil dilewati dan sejumlah sektor lainnya belum sepenuhnya pulih, namun sektor telekomunikasi mungkin merupakan salah satu sektor yang cukup survive dan cepat melakukan pengembangan usaha.

"Tidak jarang naik turunnya IHSG cukup dipengaruhi oleh fluktuasi saham-saham sejumlah perusahaan telekomunikasi selain tentu saja sejumlah saham dari sektor pertambangan, perkebunan dan properti. Di samping itu, data pertumbuhan telekomunikasi sejak 2004 sampai media Juni 2008 juga cukup dapat mengindikasikan tentang tingkat pertumbuhan bisnis telekomunikasi yang cukup signifikan," jelas Gatot.


Mau curhat seputar operator telekomunikasi di Indonesia? Masuk saja ke detikINET Forum.
( ash / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel