detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Bjodjojo Séptìäñö Lìü  ″Gak pantas banget.. ″
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Kamis, 25/09/2008 13:17 WIB

SMS Boikot Susu China Serbu Malaysia
Ardhi Suryadhi - detikinet


Ilustrasi (Inet)

Jakarta - Seruan untuk memboikot produk China, khususnya yang mengandung susu dan coklat, beredar luas di Malaysia via SMS. Dalam SMS yang diedarkan tersebut disebutkan bahwa masyarakat sebaiknya jangan membeli produk-produk China yang mengandung coklat, susu dan es krim.

New Strait Times yang dikutip detikINET, Kamis (25/9/2008) melansir, beberapa produk yang termasuk dalam daftar boikot diantaranya M&M's, Snickers, Dove, Oreo Wafer Sticks, Dutch Lady, es krim Wall's Natural Mango, Mini Propper, Magnum dan Mini Cornetos.

Serbuan SMS boikot ini berlangsung beberapa hari. Meski demikian, hal itu sepertinya tak mempengaruhi pilihan masyarakat ketika berbelanja. Sebab, di beberapa pusat perbelanjaan masih banyak saja konsumen yang membeli produk-produk tersebut.

"Saya rasa konsumen sekarang lebih pintar karena lebih mengetahui informasi dan akan mengecek terlebih dulu sebelum mempercayai rumor yang beredar. Sampai sekarang kami belum menemui konsumen yang mempunyai keluhan mengenai produk-produk tersebut," ujar seorang juru bicara sebuah hypermarket yang tak mau disebutkan namanya.

Ia menambahkan, sebagian besar produk yang mengandung susu di Malaysia tidak menggunakan susu dari China, tetapi memakai susu lokal yang segar atau berasal dari Selandia Baru, Australia, Eropa atau Amerika Serikat.

Menurut Public Relation & CSR Director Carrefour di Malaysia Raz Adiba Radzi, beredarnya SMS boikot ini tak terlalu mempengaruhi angka penjualan produk susu di hypermarket.

"Namun kami tetap melakukan pengawasan yang ketat terhadap produk susu ataupun produk yang mengandung susu di tempat kami. Caranya dengan bekerja sama dengan pihak terkait dan kementerian kesehatan," tandasnya.


Punya cerita menarik seputar dunia teknologi informasi? Sampaikan saja di detikINET Forum.


( ash / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel