detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Aio Wa  ″Wahhh.gak pantes tu dihargai segitu,,, iPhone hanya cocok buat wong tuwek yg gaptek n sibuk dgn gengsi N bisnisnya,,tetangga w yg gak lebih kaya dari.. ″
  • KONTRA Boeing Hidayat   ″Sebenernya kalah jauh jika dibandingkan dgn samsung galaxy S2 kamera kalah layar kalah ma samsung.pantas saja penjualan di 2011 kalah ma S2..cuma.. ″
27%   73% 

Selengkapnya


Rabu, 24/09/2008 12:20 WIB

Radiasi Ponsel Bikin Sperma Loyo
Annisa M. Zakir - detikinet


Ilustrasi (corbis).

Jakarta - Setelah studi yang menyebutkan penggunaan ponsel membuat anak rentan kanker, kini sebuah studi yang digagas oleh Cleveland Clinic kembali memperkuat bahwa radiasi ponsel juga bikin sperma loyo.

Sebelumnya, Cleveland Clinic juga pernah melakukan studi serupa yang menyatakan kaum lelaki yang menghabiskan waktu berjam-jam melakukan panggilan via ponsel memiliki resiko penurunan jumlah sperma.

Kini studi lanjutan mencoba mengambil sampel sperma dari 32 subjek dan didekatkan 2,5cm dengan ponsel yang mengeluarkan sinyal. Jarak tersebut disimulasikan berdasarkan kebiasaan pria yang mengantongi ponselnya dimana jaraknya dekat alat kelamin mereka.

"Karena banyak orang menggunakan handsfree untuk karena isu kesehatan dan radiasi, namun kini lebih penting lagi untuk dipelajari dan memberikan pengertian bahwa sinyal radiasi yang paling besar adalah sumbernya yang diletakkan menempel dengan anggota tubuh mereka yang lain," ujar Dr Edmund Sabanegh, salah satu tim periset seperti dikutip detikINET dari Vnunet, Rabu (24/9/2008).

Lebih lanjut dijelaskan, sperma tersebut diekspos dengan sinyal frekuensi 850MHz selama satu jam dan memperlihatkan penurunan vitalitas yaitu penurunan jumlah antioksidan pada sperma yang mempengaruhi kegesitan serta kelangsungan hidup sperma menjadi jauh lebih pendek.

"Ini merupakan penemuan baru, walau kita menggunakan sampel yang sedikit tapi kini kita bisa mengembangkan studi lebih lanjut terkait dengan hasil yang telah ditemukan," tandas Dr Sabanegh.

Ngobrolin soal ponsel? Ke detikINET Forum aja yuk! ( amz / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel