detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO pramana putra  ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
  • PRO pramana putra  ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
29%   71% 

Selengkapnya


Rabu, 17/09/2008 07:26 WIB

Popularitas Pornografi Dikandaskan Friendster
Fino Yurio Kristo - detikinet


Ilustrasi (ist.)

Canberra - Banyak orang tergoda mengakses pornografi di internet. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, popularitas pornografi di dunia maya telah tergerus oleh keberadaan situs jejaring sosial seperti Facebook, Friendster atau MySpace.

Setidaknya, itulah yang dikemukakan penulis buku teknologi Australia, Bill Tancer. Seperti dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (17/9/2008), Tancer menganalisis informasi dari sekitar 10 juta pemakai web untuk mengetahui apa saja yang diakses orang di dunia maya.

Analisis itu jadi data dalam buku barunya bertajuk "Click: What Millions of People are Doing Online and Why It Matters". Menurut Tracer, analisis pencarian di web memberi gambaran tentang keadaan masyarakat dan kebiasaan manusia.

Tancer yang juga manajer umum perusahaan internet Hitwise memaparkan, salah satu perubahan terbesar dalam pemakaian internet pada dekade terakhir ini adalah anjloknya ketertarikan orang pada pornografi atau situs khusus dewasa.

Menurut Tancer, akses terhadap ponografi saat ini hanya 10 persen dari keseluruhan pencarian di web dari yang sebelumnya 20 persen. Adapun yang paling diminati orang di internet adalah situs jejaring sosial.

"Bersamaan dengan meningkatnya trafik situs jejaring sosial, kunjungan ke situs porno makin menurun," papar Tancer.

Ia berpendapat bahwa fenomena tersebut disebabkan karena kaum muda, khususnya yang berusia 18-24 tahun makin keranjingan mengakses situs jejaring sosial. Hal itu menyebabkan mereka tak punya waktu mengakses situs dewasa.


Bincang seru seputar koneksi internet? Gabung saja di detikINET Forum! ( fyk / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel