Berita Terbaru
-
Kamis, 09/02/2012 17:15 WIB
Ungkap Daftar CP Nakal, BRTI Ditegur Panja -
Kamis, 09/02/2012 15:40 WIB
Laporan dari Kuala Lumpur
Jalan Terjal Ekspansi e-Money -
Kamis, 09/02/2012 14:20 WIB
Batal Jual 4.000 Menara, Indosat Tetap Untung -
Kamis, 09/02/2012 13:39 WIB
XL Tak Mau Buru-buru Jual 8.000 Menara -
Kamis, 09/02/2012 12:25 WIB
Laporan dari Kuala Lumpur
Transformasi Bisnis XL: Menyulap Data Menjadi Revenue Generator -
Kamis, 09/02/2012 10:23 WIB
Laporan dari Kuala Lumpur
Genjot Bisnis Data, XL Jor-joran Bangun 3G
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Kamis, 09/02/2012 12:42 WIB
Diancam Mau Didemo, Apple Tegaskan Peduli Nasib Buruh
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA andre4s ″knpa hrs bli yg mhl2? L0k da yg murah n lbh \"berkualitas\"!.. ″
- KONTRA Adie ″Terlaaaaluuuuuu. Fitur lumayan, but buat gue mendingan Beli galaxi slim dapet 2... ″
26%
74%
Selengkapnya
Wawancara Mas'ud Khamid (II)
Pelanggan Speedy yang 'Hengkang' Di Bawah 5%
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Mas\'ud Khamid (Ist.)
berlangganan telepon kabel.
Pelanggan kedua layanan itu rata-rata mengeluarkan biaya pemakaian (average revenue per user/ARPU) sekitar Rp 200 ribu tiap bulannya. Cuma Flexi yang ARPU-nya 50 ribu. Meski ARPU telepon kabel masih cukup tinggi, namun ke depannya, layanan itu katanya akan lebih difokuskan untuk koneksi data.
"Kita akan restrukturisasi layanan, di mana layanan voice lebih difokuskan ke Flexi, sementara telepon rumah kabel kita arahkan untuk layanan data triple play bersama dengan Speedy," kata Mas'ud.
Dalam prosesnya merestrukturisasi layanan, Telkom juga menunggu sistim tagihan (billing) selesai di-upgrade. Sehingga pelanggan Telkom yang berlangganan Speedy, Flexi, dan telepon kabel sekaligus, bisa mendapatkan tagihan yang lebih murah.
"Dengan satu tagihan, pelanggan bisa memilih program menarik sesuai keinginan. Misalnya, abonemen bisa gratis, atau tagihan satu juta rupiah untuk pemakaian semua layanan melalui paket hemat keluarga. Bisa saja. Telekomunikasi jadi lebih murah," ujar Mas'ud.
Berbicara mengenai Speedy, Mas'ud menilai tingkat kepuasan pelanggan layanan internet broadband ini semakin membaik. Dari 25 ribu sambungan Speedy yang berhasil dipasarkan Divre II setiap bulannya, jumlah pelanggan yang berhenti berlangganan tak lebih dari 5%. "Artinya, banyak pelanggan yang merasa puas."
Meski demikian, Mas'ud akan terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan agar pelanggan Speedy bisa mendapatkan benefit yang lebih baik lagi. Sebab, Speedy kini telah menjadi ujung tombak pendapatan Telkom setelah seluler melalui anak usaha Telkomsel.
Punya keluhan seputar operator telekomunikasi di Indonesia? Sampaikan saja ke detikINET Forum.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Kamis, 09/02/2012 13:08
Berharap Lahirnya Mark Zuckerberg 'Made in Indonesia' - Kamis, 09/02/2012 14:09
Pakai Nama iPad, Apple Dituntut Rp 14 Triliun - Kamis, 09/02/2012 13:24
BlackBerry 10 Siap Tantang iPhone & Android - Kamis, 09/02/2012 19:08
Operator Masih Tambang Uang Terbesar Huawei - Kamis, 09/02/2012 16:20
Motorola Droid Razr, Si Langsing Penuh Aksi
Komentar Terpopuler
- Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone - Selasa, 07/02/2012 14:58 WIB
Ini Dia Ponsel yang Paling Kuat di Suhu Beku
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Berkas Febri Penusuk Raafi Dilimpahkan ke Kejaksaan
- Perlawanan Rektor Kalah, Nama Susu Formula Berbakteri Harus Dibuka





Sending your message


---125x125.gif)
