detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA andre4s  ″knpa hrs bli yg mhl2? L0k da yg murah n lbh \"berkualitas\"!.. ″
  • KONTRA Adie  ″Terlaaaaluuuuuu. Fitur lumayan, but buat gue mendingan Beli galaxi slim dapet 2... ″
26%   74% 

Selengkapnya


Kamis, 11/09/2008 11:30 WIB
Wawancara Mas'ud Khamid (II)
Pelanggan Speedy yang 'Hengkang' Di Bawah 5%
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


Mas\'ud Khamid (Ist.)

Jakarta - Selain Flexi, Telkom juga mengandalkan produk internet Speedy dan telepon kabel sebagai ladang pendapatannya. Speedy yang kini sudah dipakai oleh lebih dari 200 ribu pelanggan di Jabodetabek, merupakan bagian 3,5 juta pelanggan yang masih
berlangganan telepon kabel.

Pelanggan kedua layanan itu rata-rata mengeluarkan biaya pemakaian (average revenue per user/ARPU) sekitar Rp 200 ribu tiap bulannya. Cuma Flexi yang ARPU-nya 50 ribu. Meski ARPU telepon kabel masih cukup tinggi, namun ke depannya, layanan itu katanya akan lebih difokuskan untuk koneksi data.

"Kita akan restrukturisasi layanan, di mana layanan voice lebih difokuskan ke Flexi, sementara telepon rumah kabel kita arahkan untuk layanan data triple play bersama dengan Speedy," kata Mas'ud.

Dalam prosesnya merestrukturisasi layanan, Telkom juga menunggu sistim tagihan (billing) selesai di-upgrade. Sehingga pelanggan Telkom yang berlangganan Speedy, Flexi, dan telepon kabel sekaligus, bisa mendapatkan tagihan yang lebih murah.

"Dengan satu tagihan, pelanggan bisa memilih program menarik sesuai keinginan. Misalnya, abonemen bisa gratis, atau tagihan satu juta rupiah untuk pemakaian semua layanan melalui paket hemat keluarga. Bisa saja. Telekomunikasi jadi lebih murah," ujar Mas'ud.

Berbicara mengenai Speedy, Mas'ud menilai tingkat kepuasan pelanggan layanan internet broadband ini semakin membaik. Dari 25 ribu sambungan Speedy yang berhasil dipasarkan Divre II setiap bulannya, jumlah pelanggan yang berhenti berlangganan tak lebih dari 5%. "Artinya, banyak pelanggan yang merasa puas."

Meski demikian, Mas'ud akan terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan agar pelanggan Speedy bisa mendapatkan benefit yang lebih baik lagi. Sebab, Speedy kini telah menjadi ujung tombak pendapatan Telkom setelah seluler melalui anak usaha Telkomsel.


Punya keluhan seputar operator telekomunikasi di Indonesia? Sampaikan saja ke detikINET Forum.

( rou / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel