Berita Terbaru
-
Jumat, 10/02/2012 13:34 WIB
Panja Pencurian Pulsa Curiga Gelagat Aneh BRTI -
Kamis, 09/02/2012 17:28 WIB
Refund Pencurian Pulsa Sudah Rp 1 Miliar -
Kamis, 09/02/2012 17:15 WIB
Ungkap Daftar CP Nakal, BRTI Ditegur Panja -
Kamis, 09/02/2012 15:40 WIB
Laporan dari Kuala Lumpur
Jalan Terjal Ekspansi e-Money -
Kamis, 09/02/2012 14:20 WIB
Batal Jual 4.000 Menara, Indosat Tetap Untung -
Kamis, 09/02/2012 13:39 WIB
XL Tak Mau Buru-buru Jual 8.000 Menara
Indeks Berita
Forum I-Net
Pro Kontra
- KONTRA Bjodjojo Séptìäñö Lìü ″Gak pantas banget.. ″
- PRO Renata Siti ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
28%
72%
Selengkapnya
StarOne Terancam Jadi Tumbal Ambisi Qtel
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Gedung Indosat (Ist.)
Sebab, Qtel yang telah mengakuisisi 40,8% saham Indosat dari Singapore Technologies Telemedia (STT), terganjal Peraturan Presiden No. 111/2007 tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) ketika ingin menambah lagi sahamnya menjadi 85,71%.
Aturan DNI membatasi kepemilikan asing maksimal 49% untuk penyelenggara telepon tetap dan 65% untuk seluler. Nah, kalau aturan ini yang jadi patokan, maka keinginan Qtel untuk menambah saham bisa saja terjadi. Asalkan mereka mau melepas lisensi telepon tetap yang dimiliki Indosat dan cuma menyisakan lisensi seluler saja.
Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi pesimistis Qtel mau melepas salah satu lisensinya. Sebab, menurutnya, meski kemungkinannya tetap ada, hal itu akan sangat sulit dilaksanakan. "Jadi, Qtel maksimal hanya bisa 49%, kecuali mau melepas FWA. Karena, meski punya lisensi seluler, yang kami jadikan patokan ialah lisensi telepon tetap. Mereka harus menghormati aturan ini," tegasnya ketika dihubungi detikINET, Jumat (5/9/2008).
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh dan Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar juga sempat menegaskan demikian. Mereka meminta Qtel untuk menghormati aturan DNI dengan tidak menambah sahamnya lebih dari 49%. Artinya, Qtel maksimal hanya boleh menambah 8,2% lagi sahamnya melalui penawaran tender (tender offer).
Sedangkan, Anggota DPD RI Marwan Batubara berpendapat, pemerintah dan Bapepam LK seharusnya menunda segala bentuk transaksi saham Indosat antara STT dengan Qtel sampai ada keputusan tetap dari Mahkamah Agung. "Terkait tender offer, saya mendukung sikap Menkominfo. Qtel harus tunduk pada pembatasan DNI," tegasnya
Di sisi lain, Heru Sutadi juga ikut menyindir Qtel. Katanya, "meski regulator memberi kesempatan kepada asing untuk berinvestasi di Indonesia, tapi pada kenyataannya persentase kepemilikannya semakin semu dan yang diuntungkan adalah pemilik saham sebelumnya. Sementara untuk pengembangan jaringan dan modal usahanya memakai pinjaman dari perbankan lokal."
Punya pemikiran seputar langkah Indosat dan Qtel? Sampaikan di detikINET Forum.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Jumat, 10/02/2012 19:05
Membludak, Pemesanan Nikon D800 Dihentikan - Jumat, 10/02/2012 17:17
LG: BlackBerry Hanya Mengandalkan BBM - Jumat, 10/02/2012 19:26
Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot 'Avatar' - Jumat, 10/02/2012 11:27
Inikah Bocoran Tampilan iPad 3? - Jumat, 10/02/2012 19:23
Ingin Rilis Windows Phone, LG Tunggu Nokia Sukses
Komentar Terpopuler
- Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone - Selasa, 07/02/2012 14:58 WIB
Ini Dia Ponsel yang Paling Kuat di Suhu Beku - Selasa, 07/02/2012 09:36 WIB
Pekerja Pabrik iPad Belum Pernah Melihat iPad
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- M Nasir Besuk Nazarruddin Tengah Malam, Karutan Cipinang Lolos dari Sanksi
- Polisi Pastikan Korban Tewas Bus Maut Karunia Bakti 14 Orang






Sending your message


---125x125.gif)
