detikInet's Community
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 13:02 WIB
Sex.com Diincar oleh Pembela Hak Binatang -
Jumat, 19/03/2010 12:31 WIB
Nyandu Facebook, di Toilet pun Update Status -
Jumat, 19/03/2010 11:25 WIB
Bintang Porno Umbar SMS Mesum Tiger Woods -
Kamis, 18/03/2010 16:35 WIB
Berkat Facebook, Mafia Kakap Dibekuk -
Kamis, 18/03/2010 16:17 WIB
'Peluncuran Google Buzz Tidak Bertanggungjawab' -
Kamis, 18/03/2010 13:59 WIB
Suami Jajakan Istri via Internet Selama 4 Tahun
Indeks Berita
Selasa, 02/09/2008 14:52 WIB
Google Earth Lacak Pergerakan Badai Gustav
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (champion-glass)
Pengguna internet bisa memantau pergerakan Badai Gustav ini melalui tab 'weather' di Google Earth. Alhasil, pengguna bisa memprediksi kemana Badai Gustav selanjutnya akan singgah.
Meski demikian, Google tetap mengingatkan pengguna untuk tetap mempercayai informasi resmi dari pihak berwajib. Sebab, tampilan satelit pergerakan Badai Gustav di Google Earth mempunyai jeda waktu dari aktivitas aslinya.
"Tolong diingat, ketika mengikuti pergerakan badai di Google Earth bahwa tampilan awan di aplikasi ini mempunyai jeda waktu 1-3 jam dari kejadian aslinya. Artinya, jika terdapat badai, maka badai tersebut sudah berada lebih jauh dari yang terlihat," jelas Cris Castello, yang bekerja di tim Google Earth dalam blognya.
Dilansir softpedia yang dikutip detikINET, Selasa (2/9/2008), bagi pengguna yang ingin mendapatkan tampilan yang lebih baik dari aplikasi ini, disarankan untuk mendownload aplikasi KML (Keyhole Markup Language) yang disebutkan tersedia di blog Castello.
Aplikasi ini diklaim mampu memberikan tampilan 3D, image, penanda tempat serta garis bujur dan lintang wilayah yang ingin dianalisa. Sementara untuk melacak fenomena alam, seperti badai misalnya, aplikasi ini diklaim mampu memberikan gambaran seberapa besar sudut kemiringan dan ketinggian dari kerucut serta prediksi rute yang akan dilewati badai tersebut selanjutnya.
Pun begitu, sekali lagi Google menegaskan bahwa layanan ini hanyalah untuk menarik minat penggunanya, dan bukan untuk dijadikan acuan bagi para peramal cuaca. "Dan jika Anda tinggal di salah satu area yang terkena dampaknya (badai-red.), maka tetaplah dengarkan instruksi dari pihak berwajib setempat," tandas Castello.
Punya cerita menarik seputar dunia IT? Berbagi di detikINET Forum.
( ash / fyk )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).






