detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Boeing Hidayat   ″Sebenernya kalah jauh jika dibandingkan dgn samsung galaxy S2 kamera kalah layar kalah ma samsung.pantas saja penjualan di 2011 kalah ma S2..cuma.. ″
  • PRO pramana putra  ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Kamis, 21/08/2008 18:30 WIB

Terapkan Open Social, Friendster Galang Fitur
wicak - detikinet


David Jones (wsh/inet)

Jakarta - Friendster akhirnya resmi menerapkan Open Social sebagai platform pengembangan aplikasinya. Diharapkan ini akan memperkaya 'fitur' situs jejaring sosial itu.

Open Social merupakan standar untuk Application Programming Interface yang didukung oleh Google. Friendster mulai menerapkan Open Social versi 0.7 dan berencana menerapkan versi 0.8.

David Jones, VP Global Marketing Friendster, mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers di di Hard Rock Cafe, Jakarta, Kamis (21/8/2008). Setiap aplikasi yang dibuat dengan Open Social, tuturnya, menjadi layaknya fitur tambahan yang tersedia untuk pengguna Friendster.

David mencontohkan beberapa aplikasi buatan pihak ketiga yang telah ada di Friendster. Misalnya, dunia virtual 3D yang dikembangkan Fresbo World. Selain itu ada juga aplikasi imeem untuk mendengarkan musik pada halaman profil di Friendster.

Menurut David ada paling tidak 50-an pengembang asal Indonesia yang telah mengembangkan aplikasi di atas platform Friendster. Ia berharap jumlah ini akan terus bertambah.

Pengembang aplikasi di Friendster, tutur David, dibebaskan untuk menampilkan iklan pada aplikasinya. Hal ini diharapkan akan membuat pengembang tertarik membuat aplikasi di Friendster sekaligus menjaga kesinambungan aplikasi tersebut.

"Kami mau fitur dari aplikasi mereka tetap tersedia untuk jangka waktu lama, jadi mereka dipersilahkan mencari model pendapatan apapun selama itu legal. Tentunya, kalau mereka membuat yang terlalu banyak iklan pengguna juga yang akan memilih, mungkin pengguna tidak akan mau," ujar David. ( wsh / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel