detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Boeing Hidayat   ″Sebenernya kalah jauh jika dibandingkan dgn samsung galaxy S2 kamera kalah layar kalah ma samsung.pantas saja penjualan di 2011 kalah ma S2..cuma.. ″
  • PRO pramana putra  ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Kamis, 07/08/2008 16:49 WIB

Anggota Konsorsium Palapa Ring Berguguran
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Megaproyek Palapa Ring nampaknya bakal molor lagi. Sebab, muncul beberapa masalah baru, salah satunya ialah rontoknya satu persatu anggota konsorsium.

Setelah Macca System Infocom, kini Infokom Elektrindo juga ikut meninggalkan konsorsium. Alhasil, anggota konsorsium tinggal menyisakan lima anggota, yakni Bakrie Telecom, Excelcomindo Pratama, Indosat, Telkom, dan Powertek Utama Internusa.

Namun tak sampai di situ. Wakil Ketua Pelaksana Harian Dewan TIK Nasional, Kemal Stamboel, menyebutkan bakal ada lagi anggota konsorsium yang mundur.

"Saya dengar Powertek juga akan mundur, tapi coba konfirmasikan lagi dengan Dirjen Postel (Basuki Yusuf Iskandar). Karena kewenangan Palapa Ring ada di pihak dia," ujarnya pada detikINET di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (7/8/2008).

Basuki sendiri belum menjawab ketika dikonfirmasi lewat telepon selulernya. Namun, juru bicara Palapa Ring, Rakhmat Junaidi tak menepis isu kemunduran Powertek kala dikonfirmasi di kesempatan berbeda.

"Besok kami akan menggelar rapat apakah benar Powertek bakal mundur. Kalaupun iya, kami tetap komitmen untuk menjalankan Palapa Ring," ujarnya di sela peluncuran paket ponsel Esia edisi Merah Putih di Wisma Bakrie, Jakarta.

Telkom sebagai anggota konsorsium dengan saham mayoritas, mengakui rontoknya anggota konsorsium turut mengganggu jadwal rampungnya proyek pembangunan infrastruktur serat optik bawah laut (submarine cable) sepanjang 35.280 kilometer dan serat optik bawah tanah (inland cable) 21.708 kilometer di daerah Indonesia timur.

"Dengan kemunduran ini berarti kita harus review kembali schedule selesainya," kata Dirut Telkom, Rinaldi Firmansyah.


Punya unek-unek seputar para operator di tanah air? Tuangkan saja di detikINET Forum.

( rou / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel