detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Boeing Hidayat   ″Sebenernya kalah jauh jika dibandingkan dgn samsung galaxy S2 kamera kalah layar kalah ma samsung.pantas saja penjualan di 2011 kalah ma S2..cuma.. ″
  • PRO pramana putra  ″kita disi membicarakan pantas nya harga iPhone 4s itu 7 jutaan di Indonesia, bukan lebih baik beli samsung galaxy dapet dua seharga iPhone 4s. Itu.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Kamis, 07/08/2008 11:34 WIB

Polisi Gulung Sindikat Pencurian Kartu Kredit Terbesar
Fransiska Ari Wahyu - detikinet


Kartu kredit (ist.)

AS - Polisi berhasil membekuk sindikat pencurian nomor kartu kredit dan debit yang selama ini malang melintang di Amerika Serikat (AS). Lebih dari 40 juta nomor kartu kredit dan debit dari sembilan retailer di AS telah dicuri dan dijual.

Disebut-sebut pencurian ini merupakan yang terbesar di negara adi daya tersebut. Sindikat yang beranggotakan 11 orang ini beraksi dengan membobol sistem keamanan dan menginstal program untuk mendapatkan data keuangan personal. Data tersebut kemudian dijual atau digunakan sendiri.

Para terdakwa ada yang berasal dari Amerika Serikat, Estonia, Ukraina, China, dan Belarusia. Pentolan sindikat ini adalah Albert "Segvec" Gonzalez, yang bekerja sebagai informan rahasia untuk agen rahasia.

"Sejauh ini, kasus pencurian identitas ini merupakan yang terbesar dan paling kompleks yang pernah terjadi di negara ini," tutur Michael Mukasey, attorney-general AS, seperti dilansir FT.com dan dikutip detikINET, Kamis (7/8/2008).

Nomor-nomor kartu kredit dan debit tersebut mereka kumpulkan dengan teknik wardriving (mencari akses dari jaringan komputer nirkabel dengan menggunakan laptop). Terkadang mereka menggunakan program "sniffer" yang akan meng-capture rincian kartu. Data tersebut kemudian disembunyikan di server komputer yang di-enkripsi, dan dikendalikan di Eropa Timur serta Amerika Serikat.

Kemudian, data tentang nomor kartu kredit tersebut dijual via internet. Nomor-nomor tersebut diuangkan dengan meng-encoding nomor-nomor kartu di magnetic strip kartu kosong yang digunakan untuk menarik ribuan dolar dari ATM.


Berbagi cerita tentang kejahatan di dunia maya? Gabung yuk di detikINET Forum! ( faw / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel