Berita Terbaru
-
Jumat, 10/02/2012 13:34 WIB
Panja Pencurian Pulsa Curiga Gelagat Aneh BRTI -
Kamis, 09/02/2012 17:28 WIB
Refund Pencurian Pulsa Sudah Rp 1 Miliar -
Kamis, 09/02/2012 17:15 WIB
Ungkap Daftar CP Nakal, BRTI Ditegur Panja -
Kamis, 09/02/2012 15:40 WIB
Laporan dari Kuala Lumpur
Jalan Terjal Ekspansi e-Money -
Kamis, 09/02/2012 14:20 WIB
Batal Jual 4.000 Menara, Indosat Tetap Untung -
Kamis, 09/02/2012 13:39 WIB
XL Tak Mau Buru-buru Jual 8.000 Menara
Indeks Berita
Forum I-Net
Pro Kontra
- KONTRA Bjodjojo Séptìäñö Lìü ″Gak pantas banget.. ″
- PRO Renata Siti ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
28%
72%
Selengkapnya
Industri Ringback Tone Lebih Menjanjikan
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Ilustrasi (ist.)
Menurut Wakil Dirut Pemasaran Bakrie Telecom, Erik Meijer, lagu RBT yang dipakai sebagai nada sambung pribadi oleh pelanggan telepon bisa mencapai tujuh juta aktivasi setiap bulannya.
"Bagi operator telekomunikasi, kontribusi revenue dari RBT memang tidak lebih dari lima persen. Namun bagi industri rekaman, kontribusinya lebih dari lima puluh persen," ujarnya di sela peluncuran program RBT Esia, di Amadeus, Setiabudi One, Jakarta, Selasa (5/8/2008).
Hal itu diamini Shanti, penyanyi yang kini mengandalkan RBT untuk mendulang pundi pendapatannya. "RBT betul-betul jadi bisnis menjanjikan bagi industri rekaman. Kalau dibandingkan penjualan CD atau kaset secara konvensional, RBT memang lebih baik dari segi pemasukan," selorohnya.
Erik juga menambahkan, RBT kini menjadi salah satu jalan keluar untuk mengeliminir tingkat pembajakan di industri musik. Menurutnya, pemasaran industri rekaman secara konvensional cuma laku menjual 4% dari total distribusi. "Nah, untuk menyiasati penyusutan penjualan konvensional, RBT kini jadi alternatif yang lebih menjanjikan."
Lokal Berjaya
Bicara konten lagu RBT yang laku di pasaran, kata Erik, kebanyakan masih seputar lagu lokal. Sementara lagu internasional dianggap kurang laku karena mekanisme kerjasama antara industri rekaman internasional dan operator telekomunikasi sulit dijalin.
"Mereka rewel," keluh Erik. Alasannya, kata dia, pasar RBT di Indonesia tidak dianggap potensial. "itu sebabnya mereka enggan bekerjasama dengan kita," demikian tandasnya.
Anda punya uneg-uneg dan pendapat tentang layanan Esia? Gabung yuk di detikINET Forum.
( rou / dwn )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Jumat, 10/02/2012 17:17
LG: BlackBerry Hanya Mengandalkan BBM - Jumat, 10/02/2012 19:05
Membludak, Pemesanan Nikon D800 Dihentikan - Jumat, 10/02/2012 19:26
Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot 'Avatar' - Jumat, 10/02/2012 11:27
Inikah Bocoran Tampilan iPad 3? - Jumat, 10/02/2012 19:23
Ingin Rilis Windows Phone, LG Tunggu Nokia Sukses
Komentar Terpopuler
- Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone - Selasa, 07/02/2012 14:58 WIB
Ini Dia Ponsel yang Paling Kuat di Suhu Beku - Selasa, 07/02/2012 09:36 WIB
Pekerja Pabrik iPad Belum Pernah Melihat iPad
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel






Sending your message


---125x125.gif)
