detikInet's Community
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 15:27 WIB
Pedagang Pulsa Kumpulkan Pembuat Software Pulsa -
Sabtu, 20/03/2010 15:03 WIB
BTel Tak Takut Kehabisan Pelanggan Mobile Broadband -
Sabtu, 20/03/2010 10:53 WIB
'Pelanggan Mobile Broadband Tidak Loyal' -
Sabtu, 20/03/2010 08:55 WIB
BTel Siapkan Jurus Baru di Kompetisi Mobile Broadband -
Jumat, 19/03/2010 16:20 WIB
Indosat Keluarkan Ponsel Chatting Merek Lokal -
Jumat, 19/03/2010 14:30 WIB
Icon+Inti Protes Tender PLIK
Negara Berpotensi Rugi Rp 116,99 Miliar
Indeks Berita
Rabu, 30/07/2008 16:57 WIB
Grameen, Bakrie dan Qualcomm Hadirkan Telepon Desa
Wicaksono Hidayat - detikinet

ilustrasi (wsh/inet)
Kini program mengadakan telepon bagi masyarakat desa justru digelar secara independen. Misalnya yang dilakukan oleh Grameen Foundation bekerjasama dengan Bakrie Telecom dan Qualcomm.
Grameen Foundation adalah yayasan yang dibentuk oleh Muhammad Yunus, pemenang Nobel Perdamaian yang selalu mengampanyekan pemberdayaan masyarakat miskin melalui kredit mikro. Program Village Phone dari Grameen telah digelar di banyak negara, dan kini di Indonesia.
Seperti dikutip detikINET dari siaran pers yang diterima Rabu (30/7/2008), program telepon pedesaan Grameen di Indonesia diluncurkan dalam Asia-Pacific Regional Microcredit Summit yang diselenggarakan di Bali, Indonesia. Program ini diberi julukan Uber Esia, yang berasal dari kata Usaha Bersama Esia.
Meski program serupa telah banyak dilakukan di berbagai wilayah dunia, terutama di negara berkembang, di Indonesia program ini berbeda karena memanfaatkan jaringan 3G CDMA. Diharapkan jaringan ini akan memperbaiki kualitas layanan yang diberikan Uber Esia.
Ketiga pihak yang disebutkan di atas akan bekerja sama dengan lembaga pembiayaan usaha mikro lokal Indonesia untuk membantu mitra usaha kecil dalam peminjaman dana yang dibutuhkan untuk membeli sebuah 'usaha 'Telepon Pedesaan. Paket yang didapat mencakup satu ponsel 3G CDMA, materi pemasaran, poster harga, kartu nama dan materi pelatihan. Pembeli paket itu kemudian sudah siap melakukan usaha penyewaan jasa telepon dengan memanfaatkan Uber Esia.
Program ini bolehlah disebut 'memberikan kail dan mengajarkan memancing' daripada 'memberi ikan'. Bukan sekadar membangun jaringan telepon 'sumbangan', penerima program ini 'dipaksa' menjalankan usaha telekomunikasi sehingga kebutuhan hidupnya akan terpenuhi dengan lebih baik.
Ibu rumah tangga disebut sebagai target utama inisiatif ini. Data Biro Pusat Statistik menunjukkan bahwa dari populasi 97,5 juta, hanya 35,4 juta wanita (36,3 persen) yang tercatat memiliki pekerjaan, dan 59,9 persen atau 21,2 juta diantaranya merupakan lulusan Sekolah Dasar. Diharapkan Uber Esia bisa dimanfaatkan kaum wanita untuk mencari penghasilan tambahan.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga:
Klik di sini:
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).





