detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA arsir555  ″Yang pro ataupun yang mampu beli sebenarnya ga terlalu paham apa saja kelebihan iPhone. Mereka hanya sok-sok-an aja kok biar kelihatan keren padahal.. ″
  • KONTRA Denny Suprapto A Sanchez  ″Klo mnurut gue ipone 4s termaksud mahal. Lebih baik pilih Android jimamin puass. Gue lebih pilih samsung ketimbang ipone.. ″
27%   73% 

Selengkapnya


Kamis, 24/07/2008 08:01 WIB
Microsoft Innovative Teacher
TI Khas Indonesia Bikin Kagum Dunia Internasional
Fino Yurio Kristo - detikinet


Onno Purbo dan Wajanbolic (dbu/inet)

Yogyakarta - Perhelatan National Innovative Teacher Competition di Yogyakarta turut menghadirkan penggiat teknologi informasi Onno W. Purbo. Kepada 30 guru yang mengikuti acara ini, Onno membagikan ilmunya mengenai pemanfaatan TI.

Dengan gaya khasnya, mantan dosen ITB ini memaparkan bahwa solusi agar orang Indonesia melek TI adalah dengan berpikir secara Indonesia. Pasalnya, pemikiran yang diberikan negara maju biasanya tidak manjur karena mereka cenderung mengumbar pemecahan masalah yang hanya cocok untuk negara maju juga.

"Solusi untuk orang kaya dan orang miskin itu beda," tegas Onno.

Untuk itulah orang Indonesia perlu memikirkan metode untuk mengatasi keterbelakangan TI secara mandiri. Misalnya saja, kata Onno, saat ini sudah ada inisiatif RT/RW net agar semakin banyak orang melek internet dengan cara berlangganan internet secara bersama-sama agar bisa hemat.

Demikian pula dengan adanya perangkat wajanbolic yang menurut Onno, benar-benar khas Indonesia. Cukup bermodal antena wajan, orang bisa memperoleh koneksi internet.

Dikagumi Luar Negeri

Jika solusi yang khas Indonesia itu sukses, Onno meyakini bahwa dunia internasional akan turut mengapresiasi. Misalnya saja soal wajanbolic, beberapa negara berkembang telah mengundang para pakar TI tanah air untuk membantu mengimplementasikannya.

"Orang Indonesia itu memang miskin, tapi bukan berarti bodoh. Perangkat yang kita buat tidak harus canggih, namun yang pasti harus bermanfaat," tambah pria yang telah menghasilkan beberapa buku TI ini.

Onno sendiri mengaku sudah berkali-kali diundang ke luar negeri untuk mempresentasikan perkembangan TI yang khas Indonesia. Hal ini sering kali membuat orang-orang asing yang berasal dari negara yang lebih maju dari Indonesia pun menjadi terkagum-kagum. Misalnya saja saat Onno tampil di Denmark, ia ingin sekali menunjukkan bahwa Indonesia punya potensi besar dalam bidang TI.


Mau ngobrol seputar duniat teknologi informasi? Gabung saja di detikINET Forum.

( fyk / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel