detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
  • KONTRA Dhyän Nuryadin  ″jiahhh jelas mahal lahhh....siri could...... klbhn yang pasti jrng d gnkn..... yg ada cuma gengsinya tinggi....klw d tenteng d tmpt rame banggax.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Kamis, 10/07/2008 08:51 WIB
Jawara di Imagine Cup
Indonesia Singkirkan Mesir, India dan Afsel
Ardhi Suryadhi - detikinet


Tim Antarmuka di Paris (microsoft)

Paris - Penghargaan yang diraih Tim Antarmuka dari Indonesia dalam Imagine Cup tak didapat dengan mudah. Sebelumnya, mereka harus bersaing ketat dengan tim-tim kuat dari Mesir, India, Kolombia hingga Afrika Selatan.

Namun dengan perjuangan dan kerja sama tim yang kompak, tim dari Institut Teknologi Bandung ini berhasil menjadi jawara di kategori The Rural Innovation Achievement Award.

Padahal dari keterangan tertulis yang diterima detikINET, Kamis (10/7/2008), tim ini merupakan satu-satunya wakil dari Asia Pasifik dalam kategori tersebut. Meski demikian hal itu rupanya tak membuat tim ini kalah pamor dari tim kuat lainnya.

Tim Antarmuka beranggotakan tiga mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB dan seorang mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Mereka adalah Arief Widhiyasa, Ella Madanella, Dimas Yusuf Danurwenda dan Erga Ghaniya. Mereka didampingi Dwi Hendratmo Widyantoro selaku mentor, yang juga merupakan dosen STEI ITB.

Proyek yang dibuat Tim Antarmuka adalah Butterfly. Yakni sebuah sistem pelaporan yang memungkinkan pengguna untuk segera melaporkan problema kerusakan lingkungan melalui telepon, SMS, MMS hingga melalui web.

Setelah menerima laporan tersebut, Butterfly kemudian akan mengklasifikasi permasalahan atau problema sesuai kategorai prioritas dan lokasi, lalu meneruskan laporan tersebut kepada badan atau pejabat setempat yang bertangung jawab.

Inovasi ini dinilai atas aksesibilitasnya, dimana masyarakat dapat melaporkan atau berbagi informasi kerusakan lingkungan secara tepat waktu. Mengingat daerah pedesaan biasanya berlokasi jauh dan diluar jangkauan infrastruktur tertentu, dimana dapat memperlambat sistem pelaporan kepada badan lingkungan hidup setempat.

Sehingga Butterfly pun dinilai cocok dengan misi dari penghargaan yang disponsori oleh Microsoft Unlimited Potential Group ini. Yaitu untuk mendapatkan solusi software yang berkontribusi bagi kesinambungan lingkungan hidup dan dapat membantu mempromosikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat dengan keterbatasan infrastruktur di negara-negara berkembang serta bagaimana mendukung mereka guna mendapatkan bantuan kebutuhan dasar.


Mau berbagi dan bertukar informasi software unik? Gabung saja di detikINET Forum.



( ash / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel