detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
  • KONTRA Dhyän Nuryadin  ″jiahhh jelas mahal lahhh....siri could...... klbhn yang pasti jrng d gnkn..... yg ada cuma gengsinya tinggi....klw d tenteng d tmpt rame banggax.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Senin, 24/03/2008 13:04 WIB

'Software Manajemen Bencana Tak Perlu Mahal'
Ardhi Suryadhi - detikinet


Screenshot Sahana (sahana.lk)

Jakarta - Piranti lunak sistem informasi manajemen bencana sangat dibutuhkan di Indonesia. Apalagi Indonesia berada di wilayah yang boleh dikatakan rawan bencana. Namun, banyak dari sistem yang digunakan masih berbasis proprietary yang notabene biayanya mahal.

Untuk menyiasatinya, Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek) mencoba mendorong pemanfaatan Geographic Information System berbasis Free and Open Source (FOSS) untuk manajemen bancana. Piranti lunak ini tentunya lebih hemat biaya karena sifatnya yang bebas lisensi alias gratis.

Sistem ini bernama SAHANA, sebuah piranti lunak yang dkembangkan di Sri Lanka. SAHANA dibuat berdasarkan pengalaman setempat saat menanggulangi kondisi pasca bencana saat tsunami besar 26 Desember 2004.

SAHANA, yang berasal dari bahasa Sri Lanka yang artinya harapan, diyakini bisa diterapkan dengan baik di Indonesia. Sebagai langkah awal menerapkan SAHANA, Ristek bekerjasama dengan International Open Source Network - United Nations Development Program (IOSN-UNDP).

Project Manager IOSN-UNDP, Francisco E. Sarmiento III MD., berpendapat SAHANA lebih murah 80 hingga 90 persen dibandingkan sistem serupa berbasis proprietary. "Jadi dana yang lain bisa diinvestasikan. Misalnya untuk membayar pelatihan agar lebih layak," di sela-sela training of trainers (TOT) yang dilakukan di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (24/3/2008).

Menurut Sarmiento, SAHANA telah diimplementasikan di Amerika Serikat saat serangan Badai Katrina. Selain itu sistem ini juga digunakan oleh Filipina, Bangladesh dan negara asia lainnya.

Staff Ahli bidang TI dan Komunikasi Ristek, Engkos Koswara, mengatakan Indonesia, sedang belajar menggunakan sistem ini. "Ke depannya kami akan mendorong sistem manajemen bencana berbasis Open Source seluruhnya," ujarnya.

TOT ini merupakan yang keduakalinya digelar di Indonesia, setelah yang pertama di 2007. Tahun ini, ujar Engkos, TOT diikuti 20 peserta dari institusi pemerintah, Usaha Kecil dan Menengah, perguruan tinggi serta organisasi non pemerintah. TOT tahap dua ini digelar 24 hingga 28 maret 2008. ( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel