Berita Terbaru
-
Jumat, 10/02/2012 08:02 WIB
Duh, Putus Pertemanan di Facebook Berujung Pembunuhan -
Jumat, 10/02/2012 07:04 WIB
Google Chrome 17 Tampil Lebih Ngebut -
Kamis, 09/02/2012 18:53 WIB
Ini Dia 10 Finalis Do Network Lenovo -
Kamis, 09/02/2012 13:08 WIB
Berharap Lahirnya Mark Zuckerberg 'Made in Indonesia' -
Kamis, 09/02/2012 11:18 WIB
Diancam Mau Didemo, Apple Tegaskan Peduli Nasib Buruh -
Kamis, 09/02/2012 09:59 WIB
Ribuan Orang akan Geruduk Toko Apple
Indeks Berita
Forum I-Net
Pro Kontra
- PRO Renata Siti ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
- KONTRA Dhyän Nuryadin ″jiahhh jelas mahal lahhh....siri could...... klbhn yang pasti jrng d gnkn..... yg ada cuma gengsinya tinggi....klw d tenteng d tmpt rame banggax.. ″
28%
72%
Selengkapnya
'Software Manajemen Bencana Tak Perlu Mahal'
Ardhi Suryadhi - detikinet
Screenshot Sahana (sahana.lk)
Untuk menyiasatinya, Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek) mencoba mendorong pemanfaatan Geographic Information System berbasis Free and Open Source (FOSS) untuk manajemen bancana. Piranti lunak ini tentunya lebih hemat biaya karena sifatnya yang bebas lisensi alias gratis.
Sistem ini bernama SAHANA, sebuah piranti lunak yang dkembangkan di Sri Lanka. SAHANA dibuat berdasarkan pengalaman setempat saat menanggulangi kondisi pasca bencana saat tsunami besar 26 Desember 2004.
SAHANA, yang berasal dari bahasa Sri Lanka yang artinya harapan, diyakini bisa diterapkan dengan baik di Indonesia. Sebagai langkah awal menerapkan SAHANA, Ristek bekerjasama dengan International Open Source Network - United Nations Development Program (IOSN-UNDP).
Project Manager IOSN-UNDP, Francisco E. Sarmiento III MD., berpendapat SAHANA lebih murah 80 hingga 90 persen dibandingkan sistem serupa berbasis proprietary. "Jadi dana yang lain bisa diinvestasikan. Misalnya untuk membayar pelatihan agar lebih layak," di sela-sela training of trainers (TOT) yang dilakukan di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (24/3/2008).
Menurut Sarmiento, SAHANA telah diimplementasikan di Amerika Serikat saat serangan Badai Katrina. Selain itu sistem ini juga digunakan oleh Filipina, Bangladesh dan negara asia lainnya.
Staff Ahli bidang TI dan Komunikasi Ristek, Engkos Koswara, mengatakan Indonesia, sedang belajar menggunakan sistem ini. "Ke depannya kami akan mendorong sistem manajemen bencana berbasis Open Source seluruhnya," ujarnya.
TOT ini merupakan yang keduakalinya digelar di Indonesia, setelah yang pertama di 2007. Tahun ini, ujar Engkos, TOT diikuti 20 peserta dari institusi pemerintah, Usaha Kecil dan Menengah, perguruan tinggi serta organisasi non pemerintah. TOT tahap dua ini digelar 24 hingga 28 maret 2008. ( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Jumat, 10/02/2012 19:05
Membludak, Pemesanan Nikon D800 Dihentikan - Jumat, 10/02/2012 17:17
LG: BlackBerry Hanya Mengandalkan BBM - Jumat, 10/02/2012 19:26
Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot 'Avatar' - Jumat, 10/02/2012 11:27
Inikah Bocoran Tampilan iPad 3? - Jumat, 10/02/2012 07:04
Google Chrome 17 Tampil Lebih Ngebut
Komentar Terpopuler
- Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone - Selasa, 07/02/2012 14:58 WIB
Ini Dia Ponsel yang Paling Kuat di Suhu Beku - Selasa, 07/02/2012 09:36 WIB
Pekerja Pabrik iPad Belum Pernah Melihat iPad
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel






Sending your message


---125x125.gif)
