Berita Terbaru
-
Jumat, 10/02/2012 18:10 WIB
Google Ciptakan Sistem Home Entertainment -
Jumat, 10/02/2012 08:02 WIB
Duh, Putus Pertemanan di Facebook Berujung Pembunuhan -
Jumat, 10/02/2012 07:04 WIB
Google Chrome 17 Tampil Lebih Ngebut -
Kamis, 09/02/2012 18:53 WIB
Ini Dia 10 Finalis Do Network Lenovo -
Kamis, 09/02/2012 13:08 WIB
Berharap Lahirnya Mark Zuckerberg 'Made in Indonesia' -
Kamis, 09/02/2012 11:18 WIB
Diancam Mau Didemo, Apple Tegaskan Peduli Nasib Buruh
Indeks Berita
Forum I-Net
Pro Kontra
- KONTRA arsir555 ″Yang pro ataupun yang mampu beli sebenarnya ga terlalu paham apa saja kelebihan iPhone. Mereka hanya sok-sok-an aja kok biar kelihatan keren padahal.. ″
- KONTRA Denny Suprapto A Sanchez ″Klo mnurut gue ipone 4s termaksud mahal. Lebih baik pilih Android jimamin puass. Gue lebih pilih samsung ketimbang ipone.. ″
27%
73%
Selengkapnya
SBY Minta Sistem Peringatan Dini Tsunami Dikebut
Ardhi Suryadhi - detikinet
Kusmayanto Kadiman (inet)
Hal itu dikemukakan Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman di sela-sela simulasi tsunami dan ujicoba sistem peringatan dini tsunami yang digelar di wilayah Cilegon, Banten, Rabu (26/12/2007). "Pada waktu itu kami paparkan ke Presiden dan didukung oleh Bapak Wapres dan Sidang Kabinet untuk target 2009. Cuma kata Pak Presiden itu kelamaan, jadi kita percepat," kata Menristek.
Kusmayanto mengatakan, setelah target direvisi, rencananya pada 12 November 2008 sistem ini akan diluncurkan secara resmi. Ia menambahkan, hambatannya saat ini bukan dari sisi waktu tapi dari sisi infrastruktur yang tersedia.
Salah satu yang jadi kekhawatiran Ristek, menurut Kusmayanto, adalah apakah jumlah buoy (pelampung) sudah cukup untuk mencakup seluruh wilayah Indonesia. Demikian juga dengan alat pendeteksinya.
Sistem peringatan dini tsunami (Indonesian Tsunami Early Warning System/Ina TEWS) ini terdiri atas unit buoy yang dilepas di perairan. Setiap buoy terdiri dari Ocean Bottom Unit (OBU) yang ditenggelamkan di dasar laut dan sebuah pelampung survei.
Data dari OBU dikirimkan ke unit pelampung melalui modem akustik. Selanjutnya, data kenaikan permukaan laut itu akan dikirimkan melalui satelit ke stasiun penerima. Dari stasiun penerima, data akan diteruskan ke Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).
Kusmayanto mengatakan, dari OBU ke stasiun penerima membutuhkan waktu 1-2 menit. Sedangkan dari stasiun penerima ke BMG bisa mencapai 5 hingga 15 menit, tergantung lokasi gempa.
Targetnya, ujar Kusmayanto, dalam waktu tidak lebih dari lima menit tsunami akan bisa terdeteksi. Hal ini menurutnya akan memberi waktu cukup untuk evakuasi dan tindakan pencegahan lainnya.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Sabtu, 11/02/2012 11:40
Filter & Fitur Anyar di Instagram Versi Terbaru - Sabtu, 11/02/2012 15:58
Aplikasi Gratis untuk Komunikasi via iPad - Sabtu, 11/02/2012 14:32
'Perang Tarif Usai, Saatnya Perang Kualitas' - Jumat, 10/02/2012 17:17
LG: BlackBerry Hanya Mengandalkan BBM - Sabtu, 11/02/2012 16:57
Indonesia Bisa Jadi Pusat Bisnis e-Commerce Global
Komentar Terpopuler
- Jumat, 10/02/2012 17:17 WIB
LG: BlackBerry Hanya Mengandalkan BBM - Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone - Selasa, 07/02/2012 14:58 WIB
Ini Dia Ponsel yang Paling Kuat di Suhu Beku
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Prof. Sofjan: Anggota DPR Lebih dari Binatang
- Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya






Sending your message


---125x125.gif)
