detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA arsir555  ″Yang pro ataupun yang mampu beli sebenarnya ga terlalu paham apa saja kelebihan iPhone. Mereka hanya sok-sok-an aja kok biar kelihatan keren padahal.. ″
  • KONTRA Denny Suprapto A Sanchez  ″Klo mnurut gue ipone 4s termaksud mahal. Lebih baik pilih Android jimamin puass. Gue lebih pilih samsung ketimbang ipone.. ″
27%   73% 

Selengkapnya


Rabu, 26/12/2007 11:38 WIB

SBY Minta Sistem Peringatan Dini Tsunami Dikebut
Ardhi Suryadhi - detikinet


Kusmayanto Kadiman (inet)

Banten - Sistem peringatan dini Tsunami yang digarap Kementerian Ristek awalnya akan meluncur di 2009. Dianggap lambat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendesak sistem itu dikebut.

Hal itu dikemukakan Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman di sela-sela simulasi tsunami dan ujicoba sistem peringatan dini tsunami yang digelar di wilayah Cilegon, Banten, Rabu (26/12/2007). "Pada waktu itu kami  paparkan ke Presiden dan didukung oleh Bapak Wapres dan Sidang Kabinet untuk target 2009. Cuma kata Pak Presiden itu kelamaan, jadi kita percepat," kata Menristek.

Kusmayanto mengatakan, setelah target direvisi, rencananya pada 12 November 2008 sistem ini akan diluncurkan secara resmi. Ia menambahkan, hambatannya saat ini bukan dari sisi waktu tapi dari sisi infrastruktur yang tersedia.

Salah satu yang jadi kekhawatiran Ristek, menurut Kusmayanto, adalah apakah jumlah buoy (pelampung) sudah cukup untuk mencakup seluruh wilayah Indonesia. Demikian juga dengan alat pendeteksinya.

Sistem peringatan dini tsunami (Indonesian Tsunami Early Warning System/Ina TEWS) ini terdiri atas unit buoy yang dilepas di perairan. Setiap buoy terdiri dari Ocean Bottom Unit (OBU) yang ditenggelamkan di dasar laut dan sebuah pelampung survei.

Data dari OBU dikirimkan ke unit pelampung melalui modem akustik. Selanjutnya, data kenaikan permukaan laut itu akan dikirimkan melalui satelit ke stasiun penerima. Dari stasiun penerima, data akan diteruskan ke Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).

Kusmayanto mengatakan, dari OBU ke stasiun penerima membutuhkan waktu 1-2 menit. Sedangkan dari stasiun penerima ke BMG bisa mencapai 5 hingga 15 menit, tergantung lokasi gempa.

Targetnya, ujar Kusmayanto, dalam waktu tidak lebih dari lima menit tsunami akan bisa terdeteksi. Hal ini menurutnya akan memberi waktu cukup untuk evakuasi dan tindakan pencegahan lainnya.
( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel