detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO Renata Siti  ″Pantas2 saja.... Mahal relatif... Yang kontra itu yang gak sanggup beli pastinya... Segala alasan negatif di cari2 hanya dan hanya untuk menenangkan.. ″
  • KONTRA Dhyän Nuryadin  ″jiahhh jelas mahal lahhh....siri could...... klbhn yang pasti jrng d gnkn..... yg ada cuma gengsinya tinggi....klw d tenteng d tmpt rame banggax.. ″
28%   72% 

Selengkapnya


Senin, 06/08/2007 11:21 WIB

Pengembang Jembatan Lirik Teknologi Sensor
Ardhi Suryadhi - detikinet


Jembatan Mississipi Ambruk (AFP)

Jakarta - Seperti telah belajar dari pengalaman musibah ambruknya Jembatan Mississipi yang baru terjadi, unsur keselamatan pembangunan jembatan kini semakin diperketat. Salah satu topik hangat yang tengah dibahas adalah terkait kemungkinan menautkan unsur teknologi sensor pada jembatan. Dilansir Computer world dan dikutip detikINET, Senin (6/8/2007), melalui sensor tersebut diharapkan dapat memonitor kondisi baja dan beton yang digunakan di setiap jembatan yang dibangun. Sehingga daya tahan setiap jembatan dapat dipantau untuk mencegah kemungkinan terburuk. Beberapa perusahaan penyedia teknologi ini pun mulai sudah ramai menawarkan sistem yang mereka kembangkan. Seperti Physical Acoustics Corp. dan Pure Technologies Ltd., yang menawarkan sistem sensor yang diklaim dapat 'mendengar' keringkihan komponen baja dan kabel di suatu jembatan. Dengan demikian, hal itu bisa dijadikan pertimbangan bagi para insiyur untuk segera ditindaklanjuti. Sebenarnya, penelitian terkait pengadopsian sensor untuk keamanan suatu jembatan telah dilakukan jauh-jauh hari, salah satunya adalah oleh University of Missouri-Columbia. Tetapi karena adanya musibah ambruknya Jembatan Mississipi yang berumur 40 tahun ini topik tersebut kembali menyeruak. "Telah banyak penelitian yang telah dilakukan terkait memantau kelayakan dari suatu jembatan. Dan teknologi sudah banyak yang dilirik untuk diterapkan dalam pembangunan," ujar Glenn Washer, asisten professor teknik sipil dari kampus tersebut. Prototipe sistem yang dikembangkan Washer dan timnya kini masih dalam taraf penyelesaian dan diperkirakan baru bisa diujicoba di lapangan dalam enam bulan ke depan. ( ash / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel