detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Bagas Nugraha  ″Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? Mending ga usah koment yg ga pernah pake iphone.. Hahahahah.. ″
  • KONTRA John Banthink  ″hahhahaha.... marketingnya apel kebakaran jenggot... dasar budak yahudi..... ″
25%   75% 

Selengkapnya


Selasa, 06/06/2006 16:23 WIB
bukupuisi.blogspot.com
Puisi dari Negeri Seberang
Ardhi Suryadhi - detikinet


Jakarta - Dari negeri seberang, meluncur sebarisan kata-kata. Dengan empati dan diksi khas Melayu, jadi sajian yang menarik. Merapi pun ikut jadi topik. "Merapi yang merah awan debu panas batu bara ganas angin ngilu buas di tanah berkah ada celah berkawah" Rangkaian kata itu merupakan kutipan dari salah satu puisi yang ada di blog Bukunota Bukupuisi. Puisi yang menggambarkan keadaan Gunung Merapi itu ditulis di Kuala Lumpur. Blog ini memang bukan dibuat oleh orang Indonesia, tetapi oleh sastrawan yang berasal dari negeri seberang, Malaysia. Meskipun blog ini berasal dari Malaysia, tetapi tema-tema yang diangkatnya kerap dekat dengan Indonesia. Bukunota, nama yang dipilih blogger itu, mengangkat tema Merapi dalam puisi bertajuk 'Merapi yang Marah'. Lalu di bagian lain Bukunota mengenang Pram alias Pramoedya Ananta Toer, sastrawan legendaris Indonesia yang belum lama ini tutup usia. Bahasa yang digunakan Bukunota relatif sederhana, namun cukup kental dengan aroma Melayu. Pembaca dari Indonesia sekiranya tak akan banyak bermasalah dalam membaca puisi-puisi di blog ini. Beberapa blog penulis sastra dari Indonesia ditautkan oleh Bukunota pada blog tersebut. Ini termasuk Helvy Tiana Rosa, Inong Haris, dan Nanang Suryadi. Selain itu juga sastrawan Singapura Isa Kamari, Noridah Kamari, dan Sitan. (wsh) Nama Blog: Bukunota Bukupuisi Alamat Blog: http://bukupuisi.blogspot.com Blurb: Ini bukan rifel tapi puisi, pelurunya adalah kata, pemicunya adalah kita, kita bidik pada mereka, geletak di tanah dusta. Hosting: Blogspot (Blogger) ( wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel