detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Usman Faki  ″ya..jelas kontra iphone dengan segudang fitur tp nggak semuanya bisa dipake di indo yang masih belum seluruhnya daerah dapat signal 3g sedangkan.. ″
  • PRO Leo Candra  ″Pro : aku suka layar sentuh iphone, enak bgt buat ngetik ketimbang galaxy sering salah, layar yg jernih. Yah walaupun agak sedikit nyesel beli iphone.. ″
27%   73% 

Selengkapnya


Kamis, 18/08/2005 09:32 WIB

Jogja Juga Goes Open Source
ien - detikinet


Jogjakarta - Gerakan Indonesia Goes Open Source (IGOS) yang dikumandangkan pemerintah, menggugah komunitas open source di Jogja untuk membuat hal serupa. Dengan semangat kemerdekaan RI yang ke-60, kota pelajar ini pun ikutan menggalakkan penggunaan software open source. Gerakan IGOS yang digembar-gemborkan demi menggalakkan pengembangan dan pemanfaatan open source software (OSS), saat ini didukung oleh adanya Jogja Goes Open Source (JGOS). JGOS saat ini didukung oleh Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK) Universitas Gajah Mada dan KKN Cyber 2005. "Jogja sebagai salah satu kota yang dipersiapkan menjadi contoh perkotaan cyber, harus siap menghadapi segala kemungkinan termasuk migrasi ke sistim operasi open source (OS)," ujar Kemas M. Fadhli, Koordinator KKN cyber 2005, seperti dikutip detikinet Jogja, Kamis (18/8/2005). KKN Cyber merupakan salah satu jenis program Kuliah Kerja Nyata di UGM. "Sebagai langkah awal, kegiatan JGOS ini kami tujukan untuk mengenalkan teknologi open source kepada masyarakat Jogja yang awam akan teknologi terkait. Untuk itu kami akan menyelenggarakan seminar," papar Luqman, Ketua Panitia dari seminar nasional JGOS. Seminar yang bertema "Open Source Technology" ini akan diselenggarakan pada tanggal 23 Agustus 2005 di Magister Manajemen Universitas Gajah Mada. "JGOS bukan saja berarti Jogja Goes Open Source, tetapi bila ditilik dalam bahasa jawa sesuai dengan cara bacanya yaitu 'jegos' dapat berarti mampu. Dan saya yakin Jogja--pada khususnya UGM--mampu untuk mengembangkan dan bahkan menggunakan software open source," papar Drs. Bambang Nurcahyo Prastowo M.Sc, penggagas ide pemasyarakatan software open source di Jogja, yang juga Kepala PPTIK UGM. UGM sendiri sebagai barometer kota Jogja telah membuat beberapa situs yang berkaitan dengan adanya gerakan penggunaan software open source. Misalnya, osi.ugm.ac.id dan info.ugm.ac.id. Situs-situs ini terdapat di link-link mirror situs-situs open source. Software open source serta sistem operasi open source dapat di-download langsung dari situs tersebut. "Kami akan terus mengembangkan sistim ini, agar dapat digunakan sehingga dapat terus mensosialisasikan gerakan open source," imbuh Fadhli. JGOS mendukung program KPLI (Komunitas Pengguna Linux Indonesia) di Jogjakarta. Ke depannya, program ini ditujukan untuk membangun sumber daya manusia yang bisa bersaing secara global. ( ien )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel