detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Gunde Frendisia  ″1 reason, exclusivity. Harga yg pantas, tp cb bandingin sm HH android dgn harga lbh murah, hardware yg \"mungkin\" lbh superior, fitur OS.. ″
  • PRO maapgaptek  ″Ga papalah harga tinggi, demi menjaga gengsi dan biar terlihat gaul.. duit duit gw ini. Dan yang paling penting gw bisa poto2an lewat instagram.. ″
19%   81% 

Selengkapnya


Senin, 30/06/2008 17:43 WIB

Komunitas Open Source Indonesia 'Merapat'
Ardhi Suryadhi - detikinet


Maskot Linux (ist.)

Jakarta - Komunitas Open Source Indonesia terus merapatkan barisan, kali ini dengan membentuk Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI). Asosiasi itu disebut mendapat dukungan dari berbagai penggiat Open Source tanah air.

Penandatanganan akta pendirian AOSI dilakukan Senin (30/6/2008) di Kantor Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta dengan disaksikan langsung oleh Menkominfo Mohammad Nuh.

AOSI sejauh ini masuh sebatas akta pendirian dan belum memiliki susunan kepengurusan resmi. Untuk membentuk kepengurusannya, saat ini telah terbentuk tim formatur AOSI.

Tim formatur tersebut terdiri dari Harry Sufehmi, Teddy Sukardi, Soemitro Rustam dan Rusmanto. Selain itu, duta Open Source Indonesia Betty Alisjahbana juga turut mengukuhkan AOSI.

Skeitar 15 perusahaan dan penggiat Open Source terdaftar sebagai pendiri AOSI. Di antaranya adalah Yayasan Air Putih, PT IBM Indonesia, Sun Microsystems Indonesia, GudangLinux, Jatis Solutions Ecom, Yayasan Penggerak Linux Indonesia dan organisasi lainnya.

"Dulu, Open Source hanya sebagai organisasi tanpa bentuk. Namun, dengan adanya asosiasi ini, komunitas Open Source Indonesia dapat menjalankan rumus 3C Menkominfo, yakni Community, Communication, Commerce," Dirjen Aplikasi dan Telematika, Depkominfo, Cahyana Ahmadjayadi mengatakan dalam sambutannya.

Menkominfo Mohammad Nuh mengatakan, setelah IGOS Summit 2 memang ada semangat melembagakan penguasaan dan pengembangan Open Source di tanah air. "Dari yang dulunya sendiri-sendiri, sekarang mulai membutuhkan seorang leader. Maka ditunjuk dan dibikinlah Duta Open Source dan AOSI ini," ujar Nuh.

Keanggotaan AOSI ini menurut Betty terbuka bagi organisasi manapun. Syaratnya, institusi itu merupakan pendukung Open Source. Betty mengatakan ini termasuk institusi pembuat produk Open Source maupun pengguna.

Nantinya, AOSI ingin membuat standar acuan untuk pelatihan Open Source di Indonesia. Sedangkan saat ini AOSI masih menyusun Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga serta kelengkapan dokumentasi.

Mau pakai Open Source? Nongkrong dulu di detikINET Forum
( ash / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel