detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Bagas Nugraha  ″Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? Mending ga usah koment yg ga pernah pake iphone.. Hahahahah.. ″
  • KONTRA John Banthink  ″hahhahaha.... marketingnya apel kebakaran jenggot... dasar budak yahudi..... ″
25%   75% 

Selengkapnya


Jumat, 22/02/2008 09:35 WIB

Mobile-8 Mandeg di 2007
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - PT Mobile-8 Telecom Tbk selaku penyelenggara seluler Fren bisa dibilang telah mengalami keterpurukan yang amat sangat pada tahun lalu -- kalau tak mau dibilang gagal total.

Pasalnya, di sepanjang 2007 tak ada prestasi yang menggembirakan selain mandegnya ekspansi jaringan, target pelanggan yang tak tercapai serta tak kunjung jua digelarnya layanan telepon tetap nirkabel FWA.

Mobile-8 gagal meraih target 4 juta pelanggan pada tahun lalu meski telah didukung penambahan jumlah infrastruktur BTS dari 440 unit pada akhir 2006 menjadi lebih dari 1.000 BTS pada akhir 2007.

Jumlah pelanggan operator seluler berbasis teknologi CDMA itu hanya tumbuh 65%, dari sekitar 1,8 juta pelanggan di akhir 2006 menjadi lebih dari 3 juta pelanggan di akhir 2007. Artinya, target tersebut meleset satu juta pelanggan.

Direktur & Chief Corporate Affairs Mobile-8, Merza Fachys secara implisit mengungkapkan, melesetnya target pelanggan tak lain karena belum terselesaikannya rencana perluasan jaringan layanan di luar pulau Jawa.

"Di tahun 2007 mengalami penundaan tak terduga akibat vendor utama kami tidak dapat melaksanakan rencana yang telah dijadwalkan sebelumnya," ujarnya kepada detikINET melalui keterangan tertulis, Jumat (22/2/2008). Mobile-8 memilih Samsung sebagai penyedia utama infrastruktur jaringan selulernya yang berbasis CDMA.

Penyedia layanan Fren ini menganggarkan belanja modal sekitar US$ 140 juta untuk ekspansi jaringannya di 2008. Menurut Merza, anggaran tersebut lebih besar dua kali lipat dari angka aktual belanja modal (capital expenditure) tahun sebelumnya yakni sekitar US$ 60 juta.

"Kami telah menyiapkan dana yang cukup untuk membiayai belanja modal ini. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan serta jumlah BTS kami di 2008 ini hingga lebih dari dua kali lipat," ujarnya.

Merza optimistis kinerja perusahaannya di 2008 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan rencana peluncuran jaringan layanan telepon tetap lokal nirkabel dengan mobilitas terbatas (fixed wireless access atau FWA) serta berbagai kegiatan pemasaran lainnya.

Sebelumnya, Mobile-8 menargetkan layanan FWA miliknya mulai beroperasi paling lambat akhir tahun lalu. Namun, rencana tersebut tak kunjung jua terlaksana hingga bulan kedua 2008 ini. Mobile-8 tahun lalu juga mundur dari tender sambungan langsung internasional (SLI) dan tak ikut serta dalam program telepon pedesaan Universal Service Obligation.

( rou / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel