detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • PRO icalanwar  ″walopun bukan pengguna iphone, tapi gw rasa wajar sih.. design, fitur, ide, research, dan gengsi itu memang di hargain mahal... ″
  • KONTRA zelda77  ″hp 8jt tp transfer bluethoot ke hp laen aja g bisa.. memalukan.... ″
27%   73% 

Selengkapnya


Jumat, 01/02/2008 08:10 WIB

Blogger Populer Myanmar 'Dibungkam' Junta Militer
Fransiska Ari Wahyu - detikinet


Biksu di warnet Myanmar (AFP)

Yangon - Langkah seorang blogger pro partai demokrasi Aung San Suu Kyi dalam menyebarkan informasi tentang Myanmar harus terhenti lantaran ditangkap oleh junta militer. Blogger bernama Nay Phone Latt itu ditangkap bersama dengan seorang seorang pria lainnya.

Pria yang ditangkap bersama Latt itu belum diketahui identitasnya, tapi diyakini bahwa pria tersebut adalah anggota pemuda partai National League for Democracy (NLD)

"Kami belum tahu apa sebenarnya alasan penangkapan tersebut, tapi dia (Nay Phone Latt-red.) memang tahu banyak dan berpengalaman dengan komputer," tutur juru bicara NLD, seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (1/2/2008).

Seperti telah diketahui, junta militer telah melakukan pemblokiran ke hampir semua situs berisi informasi atau berita tentang Myanmar, termasuk e-mail untuk mencegah meluasnya informasi tentang aksi protes Myanmar. Namun, para blogger berhasil menyiasati hal ini sehingga mereka dapat melaporkan perkembangan informasi di Myanmar dengan mem-posting foto dan video di blog mereka.

Latt merupakan salah seorang blogger Malaysia yang populer. Ia menulis blognya dalam bahasa Burma dan dalam gaya novel. Blognya ini pun menjadi forum untuk berdiskusi tentang sulitnya kehidupan sehari-hari di Myanmar serta meningkatnya biaya hidup.

Menurut pengakuan NLD, sejak demonstrasi besar-besaran di Myanmar, tak kurang dari 100 anggotanya masih ditahan hingga kini. Sementara 10 pemimpin demo telah dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. ( ash / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel