detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Muhammad Iqbal Annur  ″JELAS MAHAL LAH HANDPHONE GA DIBAWA MATI MENDING BUAT AMAL BUAT KEPERLUAN ? MASIH BANYAK UNTUK KELAS RAKYAT.. ″
  • KONTRA Wemphy  ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
26%   74% 

Selengkapnya


Jumat, 18/01/2008 16:15 WIB

Ponsel Ilegal Marak, Negara Rugi Rp 42 T
Indro Bagus SU - detikinet


Ponsel Ilegal di Jakarta (dro/detikfinance)

Jakarta - Maraknya penjualan telepon seluler atau handphone (HP) ilegal selama tahun 2006 telah merugikan negara sebesar Rp 42 triliun. Departemen Perdagangan memprediksi kerugian ini akan semakin besar di tahun 2007 dan 2008.

Demikian disampaikan Direktur Pengawasan Barang dan Jasa Depdag, Syahrul Sampurna
Jaya, dalam konferensi pers di kantornya, Jl. Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (18/1/2008).

"Tahun 2006 potensi minimal kerugian negara akibat keberadaan HP ilegal sebesar Rp
42 trilliun. Tahun 2007 bisa lebih dari itu," jelas Syahrul.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006, jumlah HP resmi yang beredar dengan memiliki label sertifikasi, nomor pendaftaran barang dan menggunakan petunjuk berbahasa Indonesia hanya sejumlah 1,646 juta unit. Sementara menurut data asosiasi ponsel, jumlah HP di Indonesia selama tahun 2006 ada sebanyak 23 juta unit.

"Kalau kita kurangi 23 juta unit dengan 1,646 juta unit, maka jumlah asumsi HP ilegal ada 21 juta unit. Kalau rata-rata harga HP Rp 2 juta, maka potensi kerugian negara minimal Rp 42 trilliun," ungkap Syahrul. ( arn / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel