detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Bagas Nugraha  ″Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? Mending ga usah koment yg ga pernah pake iphone.. Hahahahah.. ″
  • KONTRA John Banthink  ″hahhahaha.... marketingnya apel kebakaran jenggot... dasar budak yahudi..... ″
25%   75% 

Selengkapnya


Selasa, 15/01/2008 14:39 WIB

Insiden Blog 'Purwokerto' Perburuk Citra Indonesia
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


Screenshoot Blog Rangga (softpedia)

Jakarta - Tereksposnya blog 'Purwokerto' di sejumlah media massa asing tentu bisa berdampak buruk bagi citra Indonesia di mata internasional soal transaksi melalui internet. Kejadian ini seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah agar segera merampungkan Undang-Undang tentang tindak kejahatan cyber.

Pengamat Telematika Heru Sutadi mengungkapkan kekhawatirannya tersebut mengingat Indonesia sebelumnya sudah sering kali jadi sorotan soal tindakan negatifnya di dunia maya.

"UU ITE (informasi dan transaksi elektronik) kita belum disahkan, ini merupakan warning bagi pemerintah agar segera memiliki UU Cybercrime. Karena kalau hanya menunggu saja dan tidak ada kepastian sampai saat ini, hal-hal yang terkait dengan kejahatan on-line cuma bisa diproses secara off-line. Jadi alangkah baiknya kalau ada aturan hukum yang pasti," ujarnya ketika dihubungi detikINET, Selasa (15/1/2008).

Seperti diketahui sebelumnya, sebuah situs blog yang terindikasi dimiliki oleh seseorang blogger di Purwokerto, Jawa Tengah (http://ranggawardhana.blogspot.com), ketahuan mengekspos ratusan nomor kartu kredit bajakan yang sebagian besar di antaranya masih aktif. Hal tersebut menjadi besar karena diberitakan oleh sejumlah media massa asal luar negeri.

Mengomentari soal ratusan rekening kartu kredit yang diumbar di blog tersebut, Heru mengaku tak sulit untuk mendapatkannya. Ada banyak cara, katanya, mulai dari trik rekayasa sosial, hingga menjalankankan software aplikasi di Internet untuk melacak transaksi online yang menggunakan kartu kredit.

"Kejadian ini juga jadi warning buat masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan kartu kredit," tandasnya.
( rou / rou )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel