Berita Terbaru
-
Senin, 06/02/2012 14:25 WIB
Bangkrut, Kodak Theatre Tinggal Kenangan -
Senin, 06/02/2012 13:08 WIB
4 Perusahaan Asing Dekati Menkominfo Soal Rencana Investasi -
Senin, 06/02/2012 12:29 WIB
Facebook Nyaris Habiskan Pasokan Listrik Satu Kota -
Senin, 06/02/2012 10:29 WIB
Bisnis Data Center Bisa Tembus Rp 1 Triliun -
Senin, 06/02/2012 08:55 WIB
Pertama dalam Sejarah, Pengapalan Smartphone Lampaui PC -
Minggu, 05/02/2012 09:50 WIB
Fujitsu Tunjuk Bos Baru
Indeks Berita
Forum I-Net
Thread Pilihan

Selasa, 07/02/2012 14:30 WIB
Inilah 8 Sosok Bertalenta di Dunia Teknologi
Posted : radydjencolePro Kontra
- KONTRA Bagas Nugraha ″Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? Mending ga usah koment yg ga pernah pake iphone.. Hahahahah.. ″
- KONTRA John Banthink ″hahhahaha.... marketingnya apel kebakaran jenggot... dasar budak yahudi..... ″
25%
75%
Selengkapnya
Software Lokal Tumbuhkan Harapan Masa Depan
Tim - detikinet
Nusantara Online dari Sangkuriang Studio (wsh/inet)
Risman Adnan, ISV Lead, Platform and Developer Evangelism Group Microsoft Indonesia, memperkirakan ada sekitar 500-an Independent Software Vendor (ISV) lokal di Indonesia. Data yang dimiliki Microsoft menyebutkan, sebanyak 251 ISV bercokol di Jakarta.
Dari 500-an ISV yang ada di Indonesia, kebanyakan di antaranya diperkirakan masih berbisnis bak tukang jahit. Artinya, mereka hanya mengerjakan piranti lunak berdasarkan pesanan perusahaan lain.
Mengikuti analogi tukang jahit itu, ada beberapa ISV yang boleh dibilang sudah 'naik kelas' menjadi perancang busana. Ini adalah ISV yang berani menggodok produk mereka dan kemudian menawarkannya ke pihak lain.
Microsoft Indonesia memiliki sebuah program yang bernama Bina ISV. Program ini merupakan upaya Microsoft untuk menjembatani ISV dengan industri. Program Bina ISV berfungsi sebagai katalisator untuk membentuk sebuah ekosistem yang terdiri dari pengembang piranti lunak lokal, pihak korporasi, pemerintah, komunitas pengembang dan lembaga pendidikan tinggi.
Dalam perjalanan ke Yogyakarta dan Bandung, 3-5 Desember 2007, Microsoft memperkenalkan beberapa ISV dari program Bina ISV. Mereka adalah perusahaan piranti lunak lokal yang mulai menunjukkan geliat yang menggembirakan.
Rent@soft
Ren-at-soft atau Rent@soft merupakan sebuah ISV yang bermarkas di Semarang, Jawa Tengah. Perusahaan yang fokus di pengembangan piranti lunak untuk Rumah Sakit dan Bank ini sudah mulai beroperasi sejak 2005.
Tonny Loekito, Direktur Rent@soft mengatakan pihaknya mengikuti program Bina ISV sejak 2006. "Sebelum itu, kami tidak tahu standar internasional dan best practises dalam pengembangan piranti lunak. Setelah mengikuti Bina ISV kami dibantu mempelajarinya, sehingga mampu menghasilkan piranti lunak dengan standar internasional," ujarnya.
Zeddy Iskandar, Academic Evangelist, Platform and Developer Evangelism Group Microsoft Indonesia, mengatakan banyak ISV yang mengalami hal serupa dengan Rent@soft melalui program Bina ISV.
"Biasanya pengembang itu kan hajar bleh. Susahnya, ketika ada perubahan pada business foundation process, harus rombak lagi, harus hajar bleh lagi. Padahal dengan menerapkan standar pengembangan, mereka tak perlu repot-repot begitu lagi," ujar Zeddy.
Rent@soft saat ini memiliki produk unggulan Rhinotones, yaitu sebuah web based hospital system. Piranti lunak itu saat ini digunakan oleh jaringan Aibee Hospital dan Rumah Sakit Hosana. Prestasi yang cukup menjanjikan mengingat perusahaan itu hanya memiliki lima karyawan.
DyCode
ISV lain dari program Bina ISV adalah DyCode Cominfotech Development (DyCode). Perusahaan yang berbasis di Bandung ini telah mengembangkan beberapa produk piranti lunak, salah satunya adalah PortMan: Port Management System yang digunakan oleh pelabuhan swasta terbesar di Indonesia.
PortMan memungkinkan pengelolaan pelabuhan dilakukan secara online, baik untuk pemesanan tempat berlabuh yang dilakukan oleh pelanggan maupun untuk manajemen pelabuhan dan perencanaan waktu/tempat sandar yang dilakukan oleh pengelola pelabuhan.
Uniknya lagi, PortMan memiliki modul yang memungkinkan manajemen pelabuhan dilakukan melalui Microsoft Excel. Menurut Andri Yadi, Pendiri dan Presiden Direktur DyCode, modul Excel itu dipilih agar pengguna bisa menjalankan aplikasi dalam lingkungan piranti lunak yang sudah akrab.
Selain PortMan, DyCode saat ini juga telah mengembangkan produk pemantau pengeboran secara real-time. Produk bernama Dreal: Drilling Real Time Logging System ini digunakan oleh perusahaan pertambangan untuk memantau pengeboran yang sedang berlangsung.
Sangkuriang Studio
Salah satu anggota termuda dalam Bina ISV adalah Sangkuriang Studio. Pengembang game online ini terdiri atas mahasiswa dan lulusan Insitut Teknologi Bandung (ITB) yang rata-rata masih berusia 22-23 tahun.
Meski tergolong muda, pengembang di balik Sangkuriang Studio boleh dibilang sudah tidak 'hijau' lagi. Oka Suganda, Ketua Sangkuriang Studio, termasuk dalam tim yang mewakili Indonesia dalam ajang lomba software sedunia Imagine Cup 2006. Demikian pula beberapa anggota Sangkuriang Studio yang lainnya yang mengikuti ajang serupa di 2005.
Produk yang sedang dikembangkan Sangkuriang Studio adalah Nusantara Online, sebuah Massive Multiplayer Online Role Playing Game (MMORPG) berlatarbelakang sejarah Indonesia pada Abad 14.
Dalam ajang Indonesia ICT Awards 2007, Nusantara Online mendapatkan juara kedua. Sedangkan dalam ajang Kontes Game Edukasi Indonesia, game yang masih dalam tahap pengembangan ini meraih juara umum.
Nusantara Online merupakan game tiga dimensi yang menggunakan engine Angel yang juga dikembangkan oleh Sangkuriang Studio. Angel, singkatan dari Another Game Engine Library, menurut Oka bisa digunakan sebagai platform pengembangan game lainnya.
Saat ini Sangkuriang Studio, yang baru bergabung dengan Bina ISV selepas ajang Inaicta, sedang mencari investor untuk bisa mengembangkan Nusantara Online. Oka mengatakan dibutuhkan kurang lebih satu tahun untuk bisa menuntaskan game tersebut sebagai produk komersial.
Risman Adnan mengatakan program Bina ISV berencana untuk mempertemukan Sangkuriang Studio dengan investor. Hal itu, ujarnya, mungkin akan dilakukan pada 2008.
"Saya harap mereka bisa mendapatkan investor sehingga bisa fokus mengembangkan game ini. Sebab kalau tidak, bisa bubar. Sebab dalam tahap ini ISV itu masih labil dan bisa-bisa pecah. Apalagi kalau anggotanya sudah mulai ditarik menjadi pengembang di perusahaan-perusahaan besar," ujar Risman.
Risman mengatakan, rahasia sukses untuk sebuah ISV adalah berani untuk fokus pada satu produk atau bidang tertentu. "Jika sebuah produk mampu bertahan minimal tiga tahun saja, itu sudah ada lifecycle-nya, sudah bisa hidup," ujar Risman.
Semoga saja apa yang dilakukan Rent@soft, DyCode, Sangkuriang Studio, dan juga ISV lainnya di Indonesia tidak berhenti di sini saja. Keberhasilan para ISV pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan local software economy yang kemudian ikut menumbuhkan industri teknologi informasi di Indonesia secara keseluruhan. Masa depan, agaknya, ada di pundak para developer.
( wsh / wsh )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
- Selasa, 07/02/2012 16:56
Foto yang Dihapus di Facebook Tidak Benar-benar Lenyap - Selasa, 07/02/2012 16:04
Hati-hati dengan 'Dompet' BlackBerry 9900 - Selasa, 07/02/2012 16:24
Telat Hadir, Ultrabook HP Folio Punya Racikan Khusus - Selasa, 07/02/2012 14:58
Ini Dia Ponsel yang Paling Kuat di Suhu Beku - Selasa, 07/02/2012 13:24
8 Sosok Bertalenta di Dunia Teknologi
Komentar Terpopuler
- Rabu, 01/02/2012 14:37 WIB
Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? - Minggu, 05/02/2012 13:48 WIB
Pemerintah & Militer AS Siap Pakai Smartphone Android - Kamis, 02/02/2012 18:51 WIB
Dirut Telkomsel: Tudingan Pedagang Pulsa Salah Alamat - Senin, 06/02/2012 11:58 WIB
Studi: Aplikasi iOS Sering Crash Dibanding Android - Minggu, 05/02/2012 16:48 WIB
Motorola Minta Jatah Penjualan iPhone
Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Rekomendasi Artikel
- Venjte Rumangkang: PD Ikhlas Angie Seret Nama Lain
- Temui Wapres, ICMI Usulkan Pemimpin Berpikiran Muda di Pilpres 2014





Sending your message


---125x125.gif)
