detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Adie  ″Terlaaaaluuuuuu. Fitur lumayan, but buat gue mendingan Beli galaxi slim dapet 2... ″
  • PRO icalanwar  ″walopun bukan pengguna iphone, tapi gw rasa wajar sih.. design, fitur, ide, research, dan gengsi itu memang di hargain mahal... ″
27%   73% 

Selengkapnya


Selasa, 04/09/2007 12:35 WIB

Indonesia Abstain Soal Open XML
Fino Yurio Kristo - detikinet

Yogyakarta - Indonesia merupakan salah satu negara yang bisa memberi suara soal nasib format dokumen terbuka besutan Microsoft, Open XML, di kancah internasional. Tapi Indonesia memilih abstain. Demikian yang diungkapkan oleh Ir. Kemal Prihatman M.Eng, Asisten Deputi Urusan Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi, Kementerian Riset dan Teknologi. Kemal mengungkapkan hal itu saat mewakili Menristek membuka Seminar Sosialisasi Jogja Goes Open Source di Yogyakarta, Selasa, (4/9/2007). Indonesia, ujar Kemal, beberapa waktu lalu diminta oleh badan standardisasi internasional (ISO) untuk ikut memilih apakah format dokumen terbuka Open XML rancangan Microsoft akan diterima sebagai standar atau tidak oleh ISO. "Namun setelah beberapa pemungutan suara, baik di kalangan Kementerian Ristek maupun pihak terkait ternyata tidak ada kesepakatan bulat. Separuh mendukung, separuh tidak. Makanya kami memutuskan untuk tidak memberikan suara," ujar Kemal dalam acara yang digelar di University Center, Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Secara pribadi, Kemal mengaku lebih mendukung penerapan Open Document Format (ODF). Hal ini karena format itu dalam bentuk Open Source sehingga bisa digunakan secara lebih murah dan legal. ODF saat ini sudah ditetapkan oleh ISO sebagai standar internasional. Pada kesempatan itu Kemal juga menyatakan dukungannya untuk Jogja Goes Open Source sebagai bagian dari Indonesia Goes Open Source. Hal ini, menurut Kemal, merupakan upaya agar Indonesia bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan TI-nya dan tidak dikenal lagi sebagai sarang pembajak. ( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel