detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Usman Faki  ″ya..jelas kontra iphone dengan segudang fitur tp nggak semuanya bisa dipake di indo yang masih belum seluruhnya daerah dapat signal 3g sedangkan.. ″
  • PRO Leo Candra  ″Pro : aku suka layar sentuh iphone, enak bgt buat ngetik ketimbang galaxy sering salah, layar yg jernih. Yah walaupun agak sedikit nyesel beli iphone.. ″
27%   73% 

Selengkapnya


Jumat, 10/08/2007 11:59 WIB

ABG 14 Tahun, Sarjana Komputer Termuda di Dunia
Ardhi Suryadhi - detikinet

Jakarta - Untuk ukuran anak berumur 14 tahun, biasanya baru menjadi ABG (anak baru gede) yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dan bergaul. Tapi anggapan itu sepertinya tidak mutlak harus diikuti oleh ABG asal India, Shailendra Verma. Sebab dengan kisaran umur yang masih ABG, Shailendra sudah bergelar sarjana komputer. Alhasil, ia pun disebut-sebut sebagai sarjana komputer termuda di negerinya dan bahkan di dunia. Hindustantimes yang dikutip detikINET, Jumat (10/8/2007) melansir, Shailendra mendapatkan gelar ini setelah melewati pendidikan di Bachelor Computer Applications (BCA) di Lucknow University, India. Belum lama mencicipi gelar S1 (strata satu), anak seorang buruh ini sudah mengambil ancang-ancang untuk meneruskan pendidikan master dengan mengambil aplikasi komputer di IGNOU. Alasannya, Shailendra ingin berkarir sebagai software development. "Namun, hal itu masih terlalu dini," ujarnya. Prestasi yang diukir Shailendra bisa dijadikan sebagai suatu inspirasi jika melihat latar belakang keluarganya yang sederhana. Ia dibesarkan oleh ayah yang hanya bekerja sebagai buruh dan ibu yang buta huruf. Tetapi dengan kegigihan mereka, sang anak pun dapat kuliah meskipun dengan bantuan beasiswa. Mengenai masa-masa awal kehidupannya di kampus, Shailendra pun mengaku sempat merasakan kesenjangan komunikasi dengan teman sekelasnya. "Gap komunikasi berlangsung di semester pertama, hal itu wajar karena mereka lebih dewasa dari saya," tuturnya. Namun setelah beberapa bulan, lanjut Shailendra, kami menjadi akrab dan di semester akhir ia bahkan bisa membantu para mahasiswa baru. "Anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak memerlukan belas kasihan, tetapi mereka membutuhkan peluang," tandasnya. ( ash / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel