detikInet's Community

Thread Pilihan
forum
Kamis, 11/3/2010

Berita Seputar Console & Game

Posted : anaknakals

Berita Lain

Indeks Berita



Senin, 12/03/2007 13:14 WIB

Harga laptop di Malaysia Termurah, Singapura Termahal
Ardhi Suryadhi - detikinet
Taipei - Konsumen di kawasan Asia Pasifik telah menghabiskan dana lebih dari US$ 7 miliar ($1 = Rp 9175, sumber: detikcom) di industri komputer dekstop dan notebook pada tahun 2006 ini. Hal itu diungkap pada hasil riset yang dilakukan salah satu lembaga penelitian, GfK, yang menyatakan pertumbuhan di industri PC pada tahun ini mencapai 11 persen dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan yang dicapai disinyalir sebagai akibat dari penurunan harga PC yang melanda di beberapa negara Asia Pasifik, sehingga memicu keinginan pengguna untuk membeli perangkat terbaru. "Malaysia merupakan pemimpin untuk harga laptop termurah di Asia, sedangkan harga termahal dipegang negara tetangganya, Singapura," kata Gerard Tan, direktur komersial bidang TI GfK Asia, seperti dilansir vnunet dan dikutip detikINET, Senin (12/3/2007). Lebih lanjut Tan menjelaskan, harga murah yang terjadi di Malaysia merupakan dampak dari perang harga antar vendor yang melanda negara ini, sehingga berperan dalam pertumbuhan penjualan sebanyak 57 persen. Padahal tahun sebelumnya pertumbuhannya tergolong lamban yakni cuma 4 persen. "Dengan persaingan yang terjadi antara vendor utama untuk memotong harga, kondisi di pasar Malaysia menjadi semakin kompetitif di 2006, sehingga memotivasi lebih banyak konsumen Malaysia untuk melakukan pembelian," imbuhnya. Sayangnya dari data-data yang dikeluarkan tersebut, GfK tidak menjabarkan secara jelas di kisaran harga berapa kedua negara tetangga Indonesia ini menjual laptop. Sementara itu, Cina masih didapuk sebagai negara dengan pangsa pasar penjualan PC terbesar di Asia yang memiliki kontribusi lebih dari setengah total penjualan PC di Asia, dengan rata-rata harga untuk notebook sebesar US$ 1.000. Jika diperhatikan, hasil yang diraih berbanding lurus dengan jumlah pengguna internet di negara tirai bambu ini yang sudah mencapai 134 juta jiwa atau sekitar 10 persen dari jumlah seluruh rakyat Cina. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Masih menurut GfK, hasil yang diraih negara kita dinilai cukup mengesankan. Pasalnya pertumbuhan penjualan PC selama 2006 mengalami peningkatan sebesar 60 persen dari tahun lalu. "Konsumen di negara berkembang saat ini menjadi pembeli yang pemilih dan tren ke depannya akan mengarah untuk mempertimbangkan produk dari merek terkenal meski harganya mahal, terlebih untuk produk komputer dekstop dan LCD monitor," Tan menandaskan. ( ash / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga:




Klik di sini:

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Vita di vita@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.525).