detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Gunde Frendisia  ″1 reason, exclusivity. Harga yg pantas, tp cb bandingin sm HH android dgn harga lbh murah, hardware yg \"mungkin\" lbh superior, fitur OS.. ″
  • PRO maapgaptek  ″Ga papalah harga tinggi, demi menjaga gengsi dan biar terlihat gaul.. duit duit gw ini. Dan yang paling penting gw bisa poto2an lewat instagram.. ″
19%   81% 

Selengkapnya


Rabu, 27/12/2006 12:17 WIB

Internet 'Sekarat' Bisa Berminggu-Minggu
Ardhi Suryadhi - detikinet


Foto Satelit Taiwan (Nasa)

Jakarta - Perbaikan kabel fiber optik yang disebabkan gempa yang terjadi di Taiwan ternyata bisa memakan waktu lama. Internet pun bisa 'sekarat' berminggu-minggu. "Kalau gempa itu sampai menyebabkan kerusakan pada kabel fiber optik, sehingga ada yang harus diganti, maka perbaikannya bisa sampai berminggu-minggu untuk kembali ke kondisi semula," ujar Johar Alam, pengelola jalur interkoneksi antar ISP Open IXP, ketika dihubungi detikINET, Rabu (27/12/2006). Hal itu menurut dia, disebabkan karena kabel tersebut ada di bawah laut, sehingga perlu waktu ekstra bagi penyelam untuk memperbaiki kabel itu. Tetapi tak perlu khawatir, menurut Johar, biasanya ada alternatif untuk menghubungkan koneksi intenet jika ada bencana seperti ini. Alternatif itu adalah menggunakan kabel SEA-ME-WE (South East Asia-Middle East-Western Europe). Saat ini, Indosat sudah memiliki kabel SEA-ME-WE 4, yang merupakan kabel terbesar di dunia dengan kapasitas 1,2 Terabyte. Kabel SEA-ME-WE merupakan cara alternatif untuk menghubungkan koneksi dengan melewati Jepang, Hongkong, namun akan tetap berujung di Amerika. "Jadi kalau gempa di Taiwan merusak fiber optiknya, maka diambil jalur di sisi kiri sebagai alternatif," ujar Johar. Sedangkan untuk kerugian, Johar memperkirakan nilai kerugian pasti sangat besar, namun sulit untuk menghitung angka pastinya. "Sulit untuk menghitung kerugiannya karena loss di Indonesia lebih bersifat intangible," tandasnya. ( ash / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel